Jacksen F Tiago Lebih Senang Persipura Jayapura Main Di Luar Indonesia

Pelatih Jayapura berharap konfederasi sepakbola Asia (AFC) tetap menunjuk negara lain sebagai tuan rumah pertandingan Grup setelah Singapura mengundurkan diri akibat COVID-19.

Pengunduran diri Singapura tersebut membuat rangkaian pertandingan di zona menjadi tanda tanya. Sebab, zona ini merupakan satu-satunya yang belum ada kepastian dibandingkan wilayah lainnya. Zona Barat dan Tengah sudah memulai pertandingan sejak dua pekan lalu.

Persipura berada di Grup H bersama wakil Singapura, Lion City Sailors, Kedah Darul Aman (), dan Saigon FC (). Dibandingkan ketiga negara ini, aturan di Indonesia terbilang lebih longgar.

Kendati demikian, Jacksen berharap anak asuhnya tetap bisa bertanding di luar negeri. Sebab, berlaga di luar Indonesia akan memberikan keuntungan tersendiri bagi pemain muda Mutiara Hitam.

“Saat ini sangat sulit. Kami mau bilang main di mana, nanti pemerintah tiba-tiba bilang zona merah, kuning, atau apapun itu, sehingga kami sulit untuk menentukan di mana kami bertanding,” tutur Jacksen melalui kanal YouTube resmi Persipura.

“Kalau kita berkaca kepada beberapa negara, semuanya saat ini ada masalah. Katanya ada gelombang [COVID-19] ketiga, gelombang kedua. Saya tidak terlalu paham soal itu, sehingga sulit untuk memberikan pandangan yang tepat.”

“[Tapi] Menurut saya, dengan materi pemain muda yang kami miliki ini, alangkah lebih baik bila kami pergi ke sebuah negara yang baru untuk memberikan pengalaman lebih kepada mereka supaya proses kematangan mereka dipercepat.”

“Dari aspek teknis, jelas menguntungkan kami kalau bermain di Indonesia. Tapi dari aspek pengalaman hidup, bermain di luar negeri akan menjadi pengalaman berharga buat anak-anak baru yang ada di Persipura, terutama untuk proses pembentukan karakter.”

Meski belum ada kepastian, Persipura tetap melakukan persiapan sesuai rencana. Persipura kini sedang berada di Jakarta untuk menjalani program tim menyambut Piala AFC.

“Tadi (kemarin) pagi saya tanya ke kak Bento (sapaan manajer tim Madubun), sampai saat ini belum ada jawaban. Kak Bento cukup aktif dalam membangun komunikasi, supaya mendapat kepastian itu lebih cepat, karena berhubungan dengan masa persiapan dan perencanaan kami,” beber Jacksen.

“Saya belum tahu kelanjutannya, tapi untuk sementara kami tetap berpegang ke tanggal 29 [Juni]. Saya tidak tahu apakah [nantinya] di Singapura, Vietnam, Malaysia, atau Indonesia, namun kami harus tetap siap. Kami tetap menjalankan rencana untuk bertanding pada tanggal 29 sampai ada pemberitahuan selanjutnya.”

Berita Terkait

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.