Ulasan Penampilan Lini Belakang Timnas Indonesia Vs Thailand: Lebih Berkarakter dan Agresif, Tapi..

Indonesia akhirnya meraih poin perdana di 2022 zona Asia setelah bermain imbang 2-2 dengan Thailand di Al-Maktoum Stadium, Dubai, , Kamis (3/6/20210) malam WIB.

Hasil ini tak lepas dari penampilan skuad Garuda yang lebih baik dibandingkan pertemuan pertama kedua tim di Stadion Gelora Bung Karno, 10 September 2019. Saat itu, Timnas Indonesia yang ditangani Simon Mcmenemy kalah telak tiga gol tanpa balas.

Dihubungi Bola.com, Jumat (4/6/2021), pengamat bola asal Makassar, , secara khusus mengulas penampilan lini belakang tim asuhan Shin Tae-yong yang mengandalkan di bawah mistar gawang, duet -Rizky Ridho sebagai bek sentral serta Pratama Arhan dan yang beroperasi di dua sisi bek sayap.

Yang paling mencolok adalah lini belakang. Ada dua pemain Timnas Indonesia U-19, yakni Rizky Ridho dan Pratama Arhan langsung jadi starter pada debut perdana mereka pada laga internasional resmi di level senior.

Kalau pun ada kesalahan seperti kehilangan konsentrasi dan fokus sehingga dua gol Thailand tercipta, di mata Tony Ho adalah bagian dari proses dan pembelajaran buat lini belakang timnas.

Meski begitu, Tony Ho yakin penampilan lini belakang timnas bakal lebih baik pada laga selanjutnya menghadapi Vietnam (7/6/2021) dan Uni Emirat Arab (11/6/2021).

“Coach Shin Tae-yong tentu lebih paham untuk membenahi lini belakangnya yang selalu kebobolan pada tiga laga di Dubai,” terang Tony Ho.

Secara khusus Tony Ho memiliki tiga catatan penting terkait penampilan lini belakang Timnas Indonesia kontra Thailand. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Karakter dan Mental

Tony Ho memuji penampilan berkarakter lini belakang Timnas Indonesia serta agresivitas dalam meredam gelombang serangan Thailand.

Tony Ho menilai sentuhan Shin Tae-yong yang dikenal disiplin dan keras membuat lini belakang bermental petarung. Dimana, sepanjang 2×45 pertandingan, tidak ada pemain yang terlihat malas-malasan di lapangan.

“Fisik dan stamina pemain tetap terjaga meski harus menghadapi serangan Thailand yang variatif,” ungkap Tony.

Dua bek sayap, Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam dimata Tony Ho lumayan baik menjaga daerahnya sekaligus meredam agresivitas penyerang sayap Thailand.

“Keduanya memang sangat jarang melakukan overlap seperti biasanya. Tapi, hal ini terbilang wajar karena level permainan kita masih dibawah Thailand,” papar Tony Ho.

2. Kerja Sama dan Koordinasi

Gawang timnas Indonesia yang dijaga Nadeo Argawinata dua kali dibobol Thailand pada menit awal babak pertama dan kedua.

Menurut Tony, gol itu tercipta karena lini belakang skuad Garuda kerap masih kehilangan konsentrasi dan fokus pada arah bola tanpa mewaspadai pergerakan pemain Thailand.

“Tapi, secara umum, saya melihat kerjasama dan koordinasi lini belakang sudah lumayan. Sekali lagi tak mudah buat timnas Indonesia yang minim pengalaman menghadapi Thailand,” tegas Tony.

Tony merujuk aksi Nadeo dibawah mistar gawang Indonesia. Meski kebobolan dua gol, Tony menilai kiper mampu jadi komando di lini pertahanan.

“Nadeo juga beberapa kali mampu menepis peluang Thailand dan mampu membaca arah bola dengan baik.”

3. Skill dan Teknik

Tony Ho juga menilai secara skill dan teknik individu pemain belakang timnas Indonesia terbilang baik.

Eks pelatih PSM Makassar dan Persipura U-20 merujuk beberapa momen para bek Indonesia terlihat berani memegang bola meski mendapat tekanan dari pemain Thailand seperti yang ditunjukkan Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam.

“Hanya aksi seperti ini jarang terlihat sepanjang pertandingan. Selain karena tekanan lawan, mungkin ini bagian dari strategi coach Shin Tae-yong ingin para beknya bermain efektif dan mengoptimalkan taktik serangan balik cepat,” ungkap Tony.

Berita Terkait