Jelang Kick-off Kompetisi, Berapa Nilai Subsidi yang Diterima Klub Liga 1 dan Liga 2?

Beberapa saat lalu, PT Liga Baru () telah melangsungkan manager meeting dengan klub dan secara virtual, Kamis (3/6/2021).

Pada pertemuan itu membahas mengenai perkembangan terbaru kompetisi Liga 1 maupun Liga 2.

Untuk nilai subsidi yang diterima klub Liga 1 dan Liga 2 masih belum ada keputusan mutlak.

Nantinya pembahasan subsidi serta mekanisme lain pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 akan dibahas dalam manager meeting berikutnya yang diagendakan berlangsung secara tatap muka dalam waktu dekat ini.

“Soal subsidi juga termasuk akan dibicarakan (di manager meeting berikutnya),” ujar Direktur , .

“Ini tergantung jadwal seperti apa, melihat kondisi klub,” sambung Akhmad Hadian Lukita dalam sesi jumpa pers secara virtual, Kamis (3/6/2021).

Hadian Lukita menuturkan, ada sejumlah pertimbangan yang bakal menentukan jumlah subsidi yang diterima klub.

“Klub yang berasal di cluster Jawa dan di luar Jawa tentu menjadi pertimbangan sendiri pada saat masuk bertanding di Pulau Jawa karena tidak bertanding di kandang sendiri,” ujar Hadian Lukita.

“Tetapi klub Liga 1 yang ada di clusternya (Pulau Jawa) ada perbicangan sejauh mana akan diberikan subsidi, akomodasi, transportasi.”

“Itu juga belum diputuskan. Yang jelas ada beberapa masukan-masukan keinginan dari klub,” sambung Akhmad Hadian.

Sebelumnya, pada kompetisi 2020 yang diwacanakan kembali bergulir pada tahun lalu, subsidi untuk klub Liga 1 dan Liga 2 mengalami peningkatan.

Klub Liga 1 mendapatkan subsidi sebesar 800 juta rupiah yang semula hanya 520 juta rupiah.

Sementara nominal subsidi untuk klub Liga 2 meningkat sebesar 25 juta rupiah dari jumlah awal hanya 250 juta rupiah.

Adapun pelaksanaan kompetisi Liga 1 dijadwalkan bergulir pada 10 Juli mendatang.

Sementara untuk gelaran Liga 2 baru akan bergulir selang 14 hari setelah kick-off Liga 1.

Berita Terkait