Duel Antarlini Indonesia Vs Thailand: Kolektivitas Permainan Bakal Jadi Kunci Kemenangan?

akan menghadapi Thailand pada laga lanjutan penyisihan Grup G Kualifikasi 2022 (3/6/2021). Laga ini akan berlangsung krusial mengingat Thailand butuh kemenangan demi menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.

Meski sudah tak berpeluang ke babak selanjutnya, kiprah skuad Garuda bersama Shin Tae-yong tetap menarik untuk disaksikan. Terutama hasil polesan Shin Tae-yong, pelatih alumnus Piala Dunia 2018 yang menggantikan peran menangani Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2022.

Saat ini, Thailand berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan raihan delapan poin. Adapun Timnas Indonesia berada di dasar klasemen dengan nol poin.

Timnas Indonesia telah menjalani dua kali uji coba melawan tim dari Timur Tengah, yakni Afghanistan dan Oman. Keduanya dilalui dkk. dengan kekalahan.

Oleh karena itu, duel melawan Thailand akan menjadi ajang unjuk gigi buat Shin Tae-yong, pelatih yang membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 serta meraih trofi juara Liga Champions Asia 1995 bersama Seongnam Ilhwa Chunma.

“Coach Shin Tae-yong juga membawa budaya baru dengan menerapkan disipin dan latihan keras untuk mendongkrak penampilan timnas. Memang tak mudah karena sepak bola butuh proses. Tapi, saya melihat penampilan Timnas Indonesia kini lebih cepat dan agresif,” ujar Raja Isa kepada Bola.com, Minggu (30/5/2021).

Shin Tae-yong beruntung karena lusinan pemain di Timnas Indonesia memiliki kualitas individu yang sangat bagus. Namun bagaimana dengan visi bermain? Apakah sudah cukup untuk mengatasi kolektivitas tingkat tinggi ala Timnas Thailand?

Mental di Lini Pertahanan

Timnas Indonesia terakhir kali bertemu Thailand pada ajang leg pertama Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 2019 lalu. dkk. mampu mengimbangi permainan Thailand pada babak pertama.

Namun, cerita yang berbeda dialami pada babak kedua. Thailand membuka keunggulan lebih dulu melalui Supachok Sarachat ketika babak kedua berjalan 10 menit.

Dalam kurun waktu 20 menit setelahnya, pertahanan Indonesia dibuat amburadul. Dua gol kemudian bersarang di gawang Andritany Ardhiyasa.

Pada duel tersebut terlihat Thailand mampu menjaga ritme permainan dengan sangat baik. Dimainkannya Osas Saha memang merepotkan pertahanan Thailand, namun mereka tetap tenang dan tak terpancing skema permainan Simon McMenemy.

Menghadapi Thailand, Shin Tae-yong mungkin akan menurunkan Rifad Marasabessy, Nurhidayat Haris, , dan Pratama Arhan di jantung pertahanan. Visi permainan dalam bertahan akan diuji betul.

“Jujur, dari dua laga kemarin, ada timbul masalah-masalah yang terjadi, khususnya untuk bek tengah, itu yang harus dicari solusinya, itu juga kekhawatiran saya, akan kita perbaiki satu persatu nanti,” ujar Shin dinukil dari laman resmi PSSI.

Di kubu lawan, ada Tristan Do, bek tangguh yang dimiliki Timnas Thailand. Pemain berusia 28 tahun itu mengemas 36 caps sejak debut pada 2015.

Tristan Do menghuni posisi bek kiri dan sayap. Tristan Do juga dikenal punya kemampuan lincah untuk meyokong alur serangan di sektor sayap.

Kecepatan yang dimiliki Tristan Do bisa menjadi senjata mematikan. Hal inilah yang perlu diwaspadai oleh para pemain Timnas Indonesia.

Kuasai Lini Tengah

Menghadapi Thailand dengan kolektivitas tinggi sungguh bukan pekerjaan mudah buat Timnas Indonesia. Apalagi, sang lawan sangat mengandalkan kolektivitas lini tengahnya.

Timnas Indonesia diprediksi akan menurunkan Evan Dimas sebagai motor serangan dari lini tengah. Sebagai penyeimbang, ada , sementara tugas menjaga kedalaman antarlini kemungkinan akan diemban Adam Alis.

“Hanya secara permainan, tim Thailand selalu lebih baik dari kita. Mudah-mudahan Shin Tae-yong sudah bisa membentuk visi main bola kita lebih baik,” ungkap pelatih Barito Putera, , mengomentari kans Timnas Indonesia meladeni perlawanan Thailand.

“Pemain Thailand memang rata-rata sudah seperti pemain-pemain di Eropa dan mereka melakukan serangan cepat setelah bertahan dengan baik. Itu yang harus bisa diantisipasi oleh timnas kita,” tegasnya lagi.

Jika tak ada kendala, Timnas Thailand bakal memainkan Tanaboon Kesarat, pemain paling senior mereka yang ada saat ini. Tanaboon Kesarat sudah membukukan 51 caps atau paling banyak dibandingkan pemain lainnya di Timnas Gajah Perang.

Tanaboon merupakan pemain multifungsi yang bisa bermain sebagai gelandang bertahan dan bek tengah. Namun, sejauh ini pemain berusia 27 tahun itu lebih sering menghuni pos gelandang tengah.

Tanaboon Kesarat dikenal sebagai pemain yang tanpa ampun. Dia bakal melakukan segalanya hingga duel fisik untuk memotong alur serangan lawan.

Klinis di Kotak Penalti

Thailand sebetulnya dalam kondisi yang tak 100 persen bagus. Hal itu diungkapkan oleh Akira Nishino , pelatih kepala.

“Dalam dua pertandingan terakhir, kami mendapati kondisi fisik pemain kami tidak sepenuhnya sempurna. Saya ingin semua pemain memiliki kondisi fisik yang lebih baik melawan Indonesia,” katanya dinukil dari laman PSSI-nya Thailand.

Saat Thailand mencapai puncak level stamina, satu pemain yang mesti dikawal kletat adalah Supachai Chaided. Ia memiliki segala kriteria sebagai penyerang yakni lincah, postur tubuh tinggi, dan kemampuan mencetak gol.

Sejak debut pada 2018, Supachai Chaided sudah 17 kali membela Timnas Thailans senior. Pemain berusia 22 tahun itu sukses mencetak empat gol dalam laga yang dimainkannya.

Di kubu Timnas Indonesia, pada Selasa (1/6/2021) mereka berlatih di Lapangan milik UAE FA Uni Arab Emirat Football Association, Dubai, Uni Emirat Arab. Seperti biasa, sebelum masuk materi latihan, para pemain melakukan pemanasan, senam, dan jogging kemudian baru berlatih.

“Kondisi pemain sejauh ini baik. Latihan hari ini, di organisasi permainan, agar bisa bergerak secara bersama-sama,” kata Shin Tae-yong.

Kushedya Yudo bakal jadi andalan di lini depan. Kemungkinan besar ia bakal diapit oleh dan Adam Alis yang selama uji coba tampil brilian.

Mereka harus lebih klinis di lini depan, apalagi Thailand dipastikan tanpa dua pemain andalannya, Theerathon Bunmathan dan Chanatip Songkrasin.

Berita Terkait