Shin Tae-Yong Kenang Duel Kontra Pelatih Thailand Akira Nishino

Pertandingan menghadapi Thailand pada laga lanjutan pertama babak kedua Grup G kualifikasi 2022 zona Asia, Kamis (3/6) malam WIB, membuat pelatih terkenang pertemuannya dengan juru taktik calon lawan, .

Kala aktif sebagai pemain, Tae-yong pernah berhadapan dengan Nishino di level klub pada 2010 di (LCA). Saat itu Tae-yong memperkuat Seongnam Ilhwa Chunma menundukkan 3-0.

“Itu sudah berlalu lama, sepuluh tahun yang lalu. Itu juga antarklub. Saat ini antarnegara, dan kami berdua bertemu lagi. Kami harus lebih fokus, dan akan berusaha semaksimal mungkin agar mendapatkan kemenangan,” ujar Tae-yong dikutip laman .

Tae-yong menambahkan, Nishino tidak hanya bagus sebagai pemain, tapi juga pelatih. Kedua pelatih ini sama-sama pernah membawa negara masing-masing berlaga di Piala Dunia 2018 di Rusia.

Di ajang itu, Tae-yong gagal membawa Korea Selatan lolos dari Grup F, karena menempati peringkat ketiga dengan satu kemenangan dan dua kekalahan. Satu-satunya kemenangan adalah dengan mengalahkan Jerman 2-0.

Sedangkan Nishino membuat Jepang meraih hasil cukup bagus. Tim Samurai sukses lolos ke 16 Besar dengan status runner-up Grup H setelah mendapatkan hasil masing-masing satu kemenangan, imbang, dan kalah. Langkah Jepang terhenti di 16 Besar usai dikalahkan Belgia 3-2, tim yang akhirnya melaju sampai semi-final.

“Pelatih tersebut saat Piala Dunia 2018 memegang timnas Jepang, sampai masuk 16 besar. Dia memang pelatih baik dan sangat berpengalaman,” sanjung pria berusia 51 tahun ini.

Kendati demikian, Tae-yong bertekad mengalahkan Nishino pada pertemuan nanti. Menurutnya, penggawa timnas senior saat ini sudah dalam kondisi siap tempur menghadapi Thailand.

“Kondisi pemain sejauh ini baik. Latihan hari ini di organisasi permainan agar bisa bergerak secara bersama-sama,” kata Tae-yong.

Walau begitu, Tae-yong mengakui dua hasil uji coba yang tanpa kemenangan turut memberikan pengaruh terhadap pemain. Selain itu, mental pemain menjadi perhatian, mengingat Indonesia hanya meraih satu kemenangan dalam satu dekade terakhir. Pada pertemuan dua tahun lalu di Jakarta, timnas senior dipaksa menyerah 3-0.

“Pastinya akan berpengaruh ke mental pemain. Tapi saya sudah mengganti generasinya menjadi baru. Anak-anak saat ini masih muda, kalau mereka bertahan satu atau dua tahun di timnas, pasti akan terbentuk mental yang lebih baik lagi,” tutur Tae-yong.

“Ke depannya pasti tidak akan gampang kalah, dan pastinya akan berakhir dengan kemenangan.”

Berita Terkait