Liga 1 Ada Degradasi, Ini Kata CEO Barito Putera

merilis pernyataan jika akan menerapkan sistem degradasi. Sebagai pihak yang sempat kontra, akhirnya buka suara.

Barito Putera merasa kompetisi Liga 1 2021 digelar dengan keadaan belum normal sejak pandemi Covid-19, bahkan terpusat di Pulau Jawa, dan tentunya digelar tanpa penonton.

Sebagai klub asal Kalimantan, tentu Barito merasa hal ini adalah sebuah ketimpangan. Namun jika dan FIFA tidak berkenan, tim akan mengikuti keputusan PSSI.

“Awalnya kita berharap (tanpa degradasi) karena pandemi dan dalam keadaan yang boleh dibilang tidak normal, tanpa penonton,” demikian ungkap CEO PS Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, via Kalsel Satu, Kamis (27/05).

“Mungkin sistem lokasi yang (terpusat) di Pulau Jawa, tidak bisa pakai homebase di tempat kita sendiri di Kalimantan Selatan, kita melihat seperti itu seharusnya mungkin tidak ada degradasi dan promosi,” imbuhnya.

Namun belakangan, PSSI yang awalnya sepakat dengan sistem tanpa degradasi ini, lantas menerima masukan dari AFC dan FIFA untuk menggelar Liga 1 dengan degradasi.

“Tapi kami sangat menghormati, karena ternyata ada masukan dari AFC dan FIFA bahwa harus tetap ada kompetisi yang degradasi dan promosi,” ujar Hasnuryadi.

“Kita sangat mendukung, dan tentunya ini jadi motivasi untuk kita semua, apalagi pemain-pemain muda lebih bersemangat lagi karena ada promosi dan degradasi, semoga bisa memberikan yang terbaik.”

Liga 1 sendiri rencananya akan dimulai pada awal Juli mendatang, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk pertandingan yang digelar tanpa .

Guna mengusung misi tembus papan atas, Barito Putera bergerak cepat menyiapkan tim dan menggelar TC di Yogyakarta sejak 18 Mei, dipimpin pelatih .

Berita Terkait