Kapten Ansan Greeners: Kegigihan Asnawi Mangkualam Nomor Satu!

Kapten memberikan pujian kepada Mangkualam Bahar, dan menilai bek sayap asal ini merupakan pemain nomor dalam hal kegigihan di antara penggawa tim.

Jei-min menjadi sosok yang paling dekat dengan Asnawi saat ini. Asnawi pun memberikan pujian kepada Jei-min. Ia menilai Jei-min sebagai sosok yang rendah hati, baik kepada seluruh rekannya di tim, dan selalu menjadi pemberi semangat yang membuat performa Ansan bagus di musim ini.

Kehadiran Asnawi telah memberikan pengaruh besar terhadap Ansan. Selain performa tim, jumlah pengikut di akun media sosial mereka mengalami peningkatan drastis. Akun Instagram resmi klub kini sudah diikuti hampir 63 ribu.

Jei-min mengungkapkan, rekan-rekannya merasa kaget ketika mengetahui jumlah pengikut akun media sosial klub mengalami peningkatan pesat. Mereka lalu berusaha mencari tahu sosok Asnawi di dunia maya.

“Yang pasti kami bisa merasakan betapa terkenalnya Asnawi, sering ada wawancara, dan juga melihat jumlah followers Intagram kami naik. Pertama kali kaget dan bingung kenapa jumlah followers bertambah banyak sekali. Kami lalu mencari tahu [tentang] Asnawi di YouTube,” tutur Jei-min dalam wawancaranya dengan KBS World Indonesia di kanal YouTube resmi stasiun televisi Korea Selatan tersebut.

“Setelah Asnawi selesai karantina, dan kami mulai berlatih bersama, saya bisa melihat kenapa Asnawi terkenal di Indonesia. Tidak cuma kemampuannya, tapi kepribadiannya juga baik sekali, sehingga bisa beradaptasi dengan cepat di tim.”

“Kami akhirnya tahu Asnawi pemain yang andal. Tekniknya sangat bagus. Di antara pemain di dalam tim, sepertinya Asnawi nomor satu untuk kegigihan.”

Pemain berusia 28 tahun ini menambahkan, dirinya bersama penggawa Ansan yang lain berusaha semaksimal mungkin untuk membantu Asnawi beradaptasi, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Jei-min menyadari tidak mudah hidup di negeri orang. Hal itu berkaca dari pengalamannya ketika merumput bersama klub J3 League Jepang, Kagoshima , saat masih berkompetisi di J2 League pada 2019.

“Sebisa mungkin makan bersama, karena saya juga pernah tinggal di luar negeri, jadi saya tahu bagaimana rasanya. Saya berusaha sebisa mungkin [membantu Asnawi] biar bisa adaptasi dan nyaman di sini,” imbuh Jei-min.

Jei-min mengakui kehadiran Asnawi di Ansan membuat dirinya merasa lebih dekat dengan Indonesia. Jei-min sempat merasakan suasana Indonesia ketika datang ke negeri ini bersama junior Korea Selatan.

“Kalau bisa, saya ingin belajar bahasa Indonesia. Saya juga ingin merasakan mendapat dukungan dari fans Indonesia,” seloroh Jei-min.

“Waktu dulu saya pernah ke Indonesia bersama tim junior, saya ingat negaranya hangat dan cukup bersih. Tapi dengan adanya Asnawi, Indonesia menjadi negara yang lebih dekat untuk saya.”

Berita Terkait