Flavio Beck Junior Curhat di Medsos, Merasa Tak Dihargai PSIS

Pemain asing PSIS Semarang, Flavio Beck Junior mengungkapkan keluh kesahnya di media sosial (medsos).

Curhatan Flavio tersebut terkait masa depannya di PSIS Semarang.

Lewat akun instagram pribadinya, Flavio mengaku sejatinya ingin bertahan di klub kebanggaan warga Semarang ini.

Terlebih kejelasan kompetisi Liga 1 2021 mulai menemui titik terang setelah Polri mengeluarkan izinya.

Oleh sebab itu, pemain berposisi sebagai gelandang ini berniat kembali ke PSIS.

Baca Juga: Alami Cedera ACL, Carolina Marin Terancam Tak Ikuti Olimpiade Tokyo?

Sebagai informasi, untuk sekarang, Flavio berada di Kroasia bergabung bersama klub NK Solin dengan status pinjaman.

“Hallo teman-temanku, pertama aku harus menjawab semua orang yang bertanya tentang masa depanku di PSIS Semarang,” tulis Flavio, dilansir BolaSport.com dari instagram pribadi sang pemain.

“Seperti kau tahu Liga akan kembali dan aku benar-benar ingin bermain.”

“Aku ingin kembali.” sambungnya.

Baca Juga: Berita EURO 2020 – Manuel Neuer Dipastikan Jadi Starter pada Uji Coba Lawan Denmark

Akan tetapi dalam tulisan selanjutnya, Flavio mengungkapkan kekecewaannya terhadap PSIS.

Pemain berusia 34 tahun merasa tidak dihargai.

Ia pun menceritakan tentang kontraknya tahun lalu yang dibuat tanpa adanya pembicaraan dengannya.

“Aku bekerja keras selama ini,” tulis Flavio.

Baca Juga: Ogah Balik ke Chelsea, Eden Hazard Ingin Buktikan Diri di Real Madrid

“Tahun lalu saya menerima semua proposal yang klub berikan kepada saya tanpa diskusi,”

“Tapi sekarang yang saya butuhkan adalah untuk dihargai,” sambungnya.

Saking kecewanya, Flavio menyebut ada peluang dirinya tak kembali ke PSIS.

Jika itu yang terjadi, Flavio ingin masyarakat tahu bahwa semua situasi tersebut bukan atas kemauannya.

Baca Juga: Parahnya Aguero di Tempat Latihan, Ngikat Tali Sepatu pun Malas

“Saya mengatakan bahwa anda perlu tahu jika saya tidak kembali tidak akan menjadi salah saya,” lanjut Flavio.

“Karena segala sesuatu memiliki batas dan setiap batas memiliki akhir,”

“Jika saya tidak kembali tidak akan menjadi salah saya,” tutupnya.