Kans Timnas di Sisa Laga Kualifikasi Piala Dunia

Setelah beruji coba dengan Afghanistan dan Oman, Timnas Indonesia akan tampil pada tiga laga sisa Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Masing-masing menghadapi Thailand (3/6/2021), Vietnam (7/6/2021) dan Uni Emirat Arab (11/6/2021).

Meski sudah tak berpeluang ke babak selanjutnya, kiprah skuad Garuda bersama Shin Tae-yong tetap menarik untuk disaksikan.Terutama hasil polesan Shin Tae-yong, pelatih alumnus Piala Dunia 2018 yang menggantikan peran Simon Mcmemeny menangani Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2022.

Di mata Raja Isa, pelatih asal Malaysia yang kini menangani tim Liga 1 Bangladesh, Muktijoddha Sangsad KC, sosok Shin Tae-yong berdampak signifinikan untuk mendongkrak pamor timnas Indonesia di hadapan tiga calon lawan mendatang.

Rekam jejak Shin Tae-yong yang membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 serta meraih trofi juara Liga Champions Asia 1995 bersama Seongnam Ilhwa Chunma jadi acuan mereka.

“Coach Shin Tae-yong juga membawa budaya baru dengan menerapkan disipin dan latihan keras untuk mendongkrak penampilan timnas. Memang tak mudah karena sepak bola butuh proses. Tapi, saya melihat penampilan Timnas Indonesia kini lebih cepat dan agresif,” ujar Raja Isa kepada Bola.com, Minggu (30/5/2021).

Filosofi kepelatihan Shin Tae-yong juga berbeda dengan Luis Milla, pelatih asal Spanyol sosok penting di balik program Filanesia yang sempat dijadikan pedoman sepak bola Indonesia. Dengan filosofi ala Shing Tae-yong, Raja Isa menilai Indonesia punya potensi mengalahkan Thailand dan Vietnam, dua lawan pertama skuad Garuda.

Thailand yang ditangani pelatih asal Jepang, Akira Nishino berdasarkan pengamatan Raja Isa bermain dengan variasi permainan bola pendek dan panjang. Sedang Vietnam dengan pelatih Park Hang-seo, cara bermainnya mirip dengan Indonesia dengan mengandalkan permainan cepat dan pressing ketat.

“Secara fisik, Indonesia, Thailand dan Vietnam sama. Jadi, hasil akhir akan ditentukan oleh mental, disiplin dan penampilan konsisten sampai pertandingan berakhir,” terang Raja.

Sementara Uni Emirat Arab (UEFA), lawan terakhir Timnas Indonesia di Grup G mengandalkan permainan bola pendek dengan satu dua sentuhan. Menariknya, meski ditangani pelatih asal Belanda, Bert van Marwijk, cara bermain UEA masih tetap seperti dulu yakni tampil dengan ala Amerika Latin.

Raja Isa merujuk laga uji coba UEA kontra India pada 29 Maret 2021 lalu. Pada laga ini, UEA menang telak enam gol tanpa balas. Gol yang tercipta semuanya lahir lewat umpan pendek memanfaatkan ruang kosong di lini belakang India.

Penampilan Timnas Indonesia yang menunjukkan perkembangan baik bersama Shin Tae-yong membuat Raja Isa berharap pelatih asal Korsel itu diberikan kesempatan lebih lama bersama skuad Garuda.

“Apa pun hasil Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2022, coach Shin Tae-yong sebaiknya tetap dipertahankan. Di mata saya, dia sudah bekerja keras untuk membuat Indonesia kuat secara tim karena tidak punya striker yang ditakuti sekaligus jadi ikon,” ungkap Raja.

Raja merujuk fakta Indonesia pernah disegani ketika diperkuat striker berkelas seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Widodo Cahyono Putro, Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa.

“Saat ini, saya melihat belum ada striker timnas Indonesia yang bisa menyamai mereka,” tegas Raja.

Terkait pemain yang bisa menjadi ikon tim, Raja Isa menilai sejatinya Indonesia dengan Shin Tae-yong sudah mencobanya dengan memanggil sejumlah pemain yang berkiprah di luar negeri. Tapi, sejauh ini dampaknya belum signifikan pada penampilan Timnas Indonesia.

Dua uji coba terakhir bisa jadi acuan. Egy Maulana Vikri yang sudah berkostum klub Polandia, Lechia Gdansk sejak 2018 sempat tampil menjanjikan saat dimainkan sebagai pemain pengganti kontra Aghanistan.

Pada laga itu, Egy mencetak satu gol dan satu assist buat Indonesia. Tapi, ketika dimainkan sebagai starter versus Oman pada uji coba kedua, Egy tak bisa mengulang suksesnya.

“Mungkin hasilnya berbeda kalau Indonesia yang ditangani coach Shin Tae-yong memiliki striker seperti Kurniawan atau Widodo,” pungkas Raja Isa yang menangani Persipura Jayapura dan PSM Makassar ini.