PT LIB Ungkap Sponsor Utama Liga 1 Bisa Berubah

Direktur Bisnis PT Baru (LIB), Rudy Kangdra mengungkapkan perihal sponsor untuk 2021-2022.

Sponsor utama musim sebelumnya yakni Shopee dijelaskan Rudy Kangdra masih dalam tahap komunikasi lanjutan.

Kemungkinan besar, juga dikatakan Rudy Kangdra, ada penambahan sponsor untuk -2022 atau bahkan bisa jadi pergantian sponsor utama.

“Kebutuhan kita ini kan nambah, karena bicara pandemi dan lain-lain, kita kan harus komunikasikan bahwa kebutuhan kita seperti ini lho,” kata Rudy Kangdra.

“Nah ini kita dalam tahap ngobrol dengan teman-teman sponsor. Bisa banyak metode. Kan bisa ada main sponsor, platinum sponsor, gold sponsor, bagaimanapun kita harus jalan.”

Lebih lanjut disebut kira-kira seperti itu situasinya saat ini, sebab itu menjadi lini bisnis yang belum dipublikasi , namun baru sebatas menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara itu terkait “nilai jual” Liga 1 2021-2022 terhadap sponsor, dijelaskan secara tidak langsung menjadi lebih tinggi.

“Liga 1 itu kompetisi dan olahraga, tapi kita enggak bisa mungkiri ini adalah hiburan. Nah, ketika gini aja, kita bilang ke anak kita, jangan keluar rumah, ya,” kata Rudy.

“Satu hari dia bisa, 10 hari dia ingin main. Kira-kira gitu. Ini hiburan masyarakat, kok. Nilai jualnya harusnya lebih tinggi atau rendah, saya tanya,” ia menambahkan.

Rudy pun memastikan pemegang hak siar Liga 1 2021-2022 tak mengalami perubahan, juga diungkapkan di sela acara Tahunan PSSI di Jakarta, Sabtu (29/5/2021).

PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group masih akan memegang hak siar Liga 1 secara terestrial serupa Liga 1 musim lalu yang akhirnya dibatalkan setelah sempat dijeda.

Begitu pula dengan siaran Direct To Home (DTH), masih dipegang MNC Grup dan nantinya pada IPTV ada Telco.

“Sementara OTT (Over The Top) itu yang kita mau buka secara masif. Kalau kita bicara future broadcast, OTT, benar enggak? Kira-kira di sana,” ucap Ruddy.

“Dengan metode yang saya bicarakan tadi, itulah pelatuknya. Nanti kita ajak banking juga. Nanti temen-temen Telco, banking, mereka yang kerja di depan.”

“Kalau seandainya dia bisa inserted point, oke saya bisa create 2 juta subs atau 5 juta subs, front end-nya kita buatin buat TV mereka sendiri.”

“Enggak masalah. Yang penting kan back end-nya punya kita sendiri. Kira-kira gitu. Kan seneng mereka, jadi merasa memiliki,” ia memungkasi.

Berita Terkait