Polri Izinkan Bergulirnya Liga 1 dan Liga 2

Kepolisian Republik atau resmi mengeluarkan izin keramaian untuk penyelenggaraan Liga 1 dan /2022. Artinya, Liga 1 dan bisa bergulir sesuai jadwal.

Kompetisi sepak bola yang berada di bawah naungan PSSI tersebut sempat terhenti selama semusim akibat pandemi virus Corona COVID-19.

“Sudah,” tutur Asisten Operasi (Asops) Irjen Imam Sugianto saat dikonfirmasi izin keramaian untuk Liga 1 dan Liga 2, Senin (31/5/2021), seperti dikutip dari Liputan6.

Sebelumnya, Polri telah menggelar rapat dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (), , PSSI, dan Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Menurut Imam, izin keramaian yang selama ini ditunggu-tunggu telah diterbitkan pada 27 Mei 2021.

Dalam rapat koordinasi tersebut, PSSI dan PT LIB memaparkan seluruh rencana serta skema bergulirnya Liga 1 dan Liga 2, mulai dari penyelenggaraan hingga keamanan. Polri akhirnya mengeluarkan izin setelah melihat suksesnya penyelenggaraan turnamen Piala Menpora 2021.

PT LIB sudah memasukkan proposal sejak April lalu. “Saya sampaikan dua hal terkait ke Polri ada perizinan dan kemanan. Perizinan sudah diproses LIB dan surat masuk sebelum puasa,” ujar Imam di Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat, Senin (24/5/2021).

“Paling lambat 27 Mei 2021 surat izin penyelenggaraan keramaian sudah bisa kami keluarkan. Masih akan dilengkapi, wilayah-wilayah penyelenggaraan Liga 1 dan 2,” sambungnya.

Meski begitu, kepolisian meminta adanya peningkatan kualitas dibanding Piala Menpora 2021. Salah satunya terkait peningkatan keamanan.

Polri berharap PSSI dan PTI LIB bersikap ekstra waspada menyusul insiden yang melibatkan suporter dua finalis. Pendukung Persija Jakarta melakukan pawai kemenangan usai tim kesayangan juara. Sementara bobotoh menyerbu markas klub dan melakukan sejumlah pengerusakan.

“Mudah-mudahan bisa dikelola dengan baik (Liga 1 dan Liga 2), sehingga betul-betul protokol kesehatan di tengah pandemi ini bisa dilaksanakan. Sehingga Liga 1, 2, dan PON Papua aman.”

“Peristiwa itu jadi pembelajaran agar Liga 1 dan 2 tidak dibumbui hal-hal yang kontraproduktif.”

Berita Terkait