Kerja Sama PT LIB dan Baim Wong Bukan Hanya Soal Beli Klub

Direktur Bisnis PT LIB, Rudy Kangdra, mengungkapkan bentuk kerja sama dengan selebritas papan atas Tanah Air, Baim Wong.

Sosok Baim Wong sempat muncul dalam akun Instagram resmi (PT LIB) pada pekan lalu.

Dalam unggahan tersebut, Baim Wong tampak melakukan tos dengan Rudy Kangdra, Direktur Bisnis PT LIB.

Keterangan dalam unggahan tersebut mengisyaratkan bakal ada kejutan yang disiapkan untuk pecinta sepak bola nasional.

Rumor yang beredar, Baim Wong bakal mengakuisisi klub peserta 2021, FC.

Namun kabar tersebut diluruskan oleh Rudy Kangdra. Ia menyebut, bentuk kerja sama dengan influencer ternama tak terbatas pada jual-beli klub saja.

“Bisa jadi. Kolaborasi itu jangan dilihat semata-mata hanya membeli klub. Kami mau bikin ekosistem,” ucap Rudy Kangdra seusai Kongres Tahunan di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (29/5/2021).

“Jadi begini, sekarang ini kan pandemi, kalau seandainya pandemi apakah kami hanya berdiam diri? Kami harus cari cara supaya bisa hidup. Nah, ini yang sedang kami buat ekosistemnya,” Rudy menegaskan.

Lebih lanjut Rudy menjelaskan, membangun ekosistem sepak bola memerlukan sosok yang dijadikan “panutan” dan memiliki banyak “pengikut”.

Untuk itu, PT LIB belakangan gencar menjalin kerja sama dengan public figure kenamaan Indonesia.

Contohnya saja , artis kondang yang kini menjadi pemilik klub Liga 2, FC.

Menggandeng influencer diyakini Rudy bisa membuat gebrakan yang dilakukan oleh PT LIB bisa tersampaikan dengan baik ke publik.

“Kami libatkan top five selebgram, mereka itu kami minta membantu untuk melakukan campaign (kampanye). Itu kan sudah biasa mereka lakukan, ini ‘makanan’ mereka sehari-hari, kan? Mereka hanya perlu bilang nonton liga ini, liga itu, ini link-nya,” ujar Rudy.

“Ketika melakukan itu, mereka (followers) klik, dari back-end sampai front-end kami siapkan, jadi orang bisa nonton. Nah, di tengah-tengahnya ada payment gateaway, nah sehingga masyarakat bisa menonton dengan harga yang low cost,” tuturnya.

Rudy melanjutkan, sekalipun selebgram yang digandeng tak memiliki latar belakang sepak bola, hal itu tak menjadi masalah.

Sebab, yang diincar adalah keterjangkauan lewat jumlah followers yang dimiliki oleh selebgram tersebut.

“Mereka punya fans banyak. Sementara sepak bola itu punya fans besar, sekitar 77 persen (dari populasi Indonesia). Ini yang belum kami maksimalkan, ini mau dilakukan secara masif,” ujarnya.

PT LIB, sambung Rudy, telah memulai pergerakan untuk membangun ekosistem sepak bola tersebut.

Hanya saja, Rudy menyebut pihaknya tak menggembar-gemborkan pekerjaan mereka ke khalayak ramai.

Berita Terkait