Alasan Menpora Berani Beri Rekomendasi Liga 1 dan 2 ke Polri

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, punya alasan khusus sehingga mau memberikan surat rekomendasi terkait penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 musim ini.

Zainudin Amali menyebut, PSSI dan Baru (LIB) mampu memenuhi syarat-syarat yang diberikan agar kompetisi bisa berlangsung lancar dan aman pada masa pandemi COVID-19.

Sebelum memberikan rekomendasi penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2, Menpora sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi dengan PSSI, PT LIB, Kemenkes, , dan . Dalam rapat tersebut dibahas secara rinci mengenai detail penyelenggaraan kompetisi elite di Indonesia.

Menpora yang mewakili pemerintah sependapat dengan rencana menggulirkan Liga 1 dan Liga 2 secara tertutup dan tanpa kehadiran suporter di stadion. Kemudian juga PSSI dan PT LIB berani memenuhi syarat terkait penegakkan disiplin prokes selama penyelenggaraan kompetisi.

“Kedatangan saya ke dalam rangka meneruskan permohonan izin kompetisi Liga 1 dan 2 untuk musim 2021-2022. Sebelum pengajuan permohonan izin ke Mabes Polri kami mengadakan rakor yang dihadiri PSSI, PT LIB, Kemenkes, Satgas Covid-19, dan BNPB,” kata Zainudin Amali.

“Kami sudah mendengarkan pemaparan dari PSSI dan pengelola PT LIB tentang pelaksanaan kegiatan yang akan berlangsung tahun 2021-2022. Direncanakan dimulai pada 10 Juli 2021 berakhir Maret 2022. Hal lain yang kami minta penerapan prokes,” jelas Zainudin Amali.

“Kami merasa apa yang sudah direncanakan dan dipaparkan pada rakor sudah memenuhi syarat untuk kami rekomendasikan kepada Kapolri untuk dimohonkan izin keramaian,” ucap Zainudin Amali.

Polri kemudian secara resmi mengeluarkan izin penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 pada Senin (31/5/2021). Polri akan terus memantau dan melakukan evaluasi bila terjadi hal-hal yang melanggar prokes.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) secara resmi memberikan izin keramaian dan penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berharap penyelenggaraan liga tetap mematuhi protokol kesehatan.

Keputusan itu diambil Kapolri setelah mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk penyelenggaraan yang berjalan sukses.

Meskipun dinodai adanya kerumunan pada perayaan juara Persija Jakarta, Kapolri berharap hal semacam itu tak terulang pada penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2.

“Dari beberapa diskusi maka kami memutuskan dengan beberapa catatan keselamatan manusia adalah hukum tertinggi yang harus ditegakkan,” kata Kapolri Listyo.

“Oleh karena itu, dari hasil diskusi kami memutuskan untuk memberikan izin keramaian dengan catatan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” lanjutnya.

Berita Terkait