AFC Pusing Cari Tuan Rumah Piala AFC Zona ASEAN

Konfederasi sepakbola Asia () pusing mencari negara di kawasan ASEAN yang sanggup menggelar pertandingan 2021 setelah Singapura menarik diri dari status tuan rumah Grup H dan I.

Keputusan federasi sepakbola Singapura (FAS) tersebut membuat menjadi satu-satunya wilayah yang belum dapat memastikan menggelar kompetisi kasta kedua antarklub Asia itu.

Pasalnya, selain FAS menarik diri, AFC juga sampai sekarang belum menentukan tuan rumah Grup G yang berisikan wakil , Boeung Ket (Kamboja), (), serta pemenang babak pendahuluan antara FC Chanthabouly (Laos) dan Kasuka FC (Brunei Darussalam).

Sekjen AFC mengatakan, Singapura tidak dikenakan sanksi atas keputusan mereka mengundurkan diri sebagai tuan rumah. Namun situasi ini membuat AFC kini berusaha mencari negara yang siap untuk menggelar pertandingan Piala AFC zona ASEAN.

“Kami akan membuka kembali tawaran kepada negara manapun yang ingin jadi tuan rumah, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan,” ucap Windsor dikutip laman Stadium Astro.

Windsor menambahkan, jika belum ada kepastian tuan rumah di zona ASEAN, jadwal pertandingan di tiga grup kemungkinan besar mengalami penundaan. Berdasarkan jadwal semula, zona ASEAN dihelat pada 29 Juni hingga 5 Juli.

“Kami juga perlu menetapkan jadwal baru kalau tidak mendapatkan tuan rumah baru sesuai dengan jadwal semula. Ini memungkinkan kami untuk mengambil sedikit waktu [mencari tuan rumah],” kata Windsor.

Persyaratan yang diterapkan AFC bagi negara yang ingin menggelar pertandingan secara terpusat memang cukup berat. Di kawasan Asia Tenggara, bisa dibilang hanya Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Thailand yang memenuhi persyaratan.

Di lain sisi, Thailand tidak mempunyai wakil di Piala AFC, karena klub mereka bertanding di Liga Champions Asia (LCA). Sedangkan negara lain juga sedang fokus mengurangi angka kasus pandemi virus Corona, seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Indonesia juga tengah menekan angka kasus pandemi, namun kebijakan yang diterapkan pemerintah RI sedikit lebih longgar dibandingkan ketiga negara lainnya. Sebelumnya, pelatih Bali telah meminta agar Serdadu Tridatu menjadi tuan rumah bila ada negara yang tak sanggup menggelar laga Grup G.

Berita Terkait