Sempat Ingin Jadi WNI, Makan Konate Kini Resmi Dipanggil Timnas Mali

Mantan pemain Persib Bandung dan Persebaya Surabaya, Makan Konate, mendapat panggilan untuk laga internasional bersama tim nasional Mali. Ini merupakan kali pertama eks PSPS Pekanbaru itu mendapat panggilan.

Kini Konate merumput di Malaysia bersama Terengganu FC. Penampilannya di sana memang memberikan impak mendalam untuk tim, sehingga tidak luput dari pengamatan pelatih kepala timnas Mali, Mohamed Magassouba.

Ketika berkarier di Indonesia, Konate bisa dibilang salah satu pemain asing yang paling konsisten dan bisa diandalkan oleh tim. Makanya, klub-klub besar seperti Persib, Persebaya, Arema FC, hingga Sriwijaya FC, menikmati jasanya.

Bersama timnas Mali, Konate akan bermain dengan sederet pemain yang merumput di kompetisi besar Eropa. Dari daftar yang dirilis federasi sepakbola Mali, 26 Mei, ada nama Amadou Haidara (RB Leipzig), hingga Moussa Djenepo (Southampton FC) dan Yves Bissouma (Brighton & Hove Albion).

Sebenarnya Konate pernah mendapat kesempatan untuk membela timnas Mali, namun di level junior. Selama berkarier di Indonesia, kualitas Konate seakan tak masuk hitungan sehingga tidak pernah dipanggil untuk skuad Les Aigles.

“Sebenarnya Konate sudah dipanggil timnas Mali sejak 2017 tapi dia selalu tolak karena masih harap proses WNI [Warga Negara Indonesia] beres. Tapi, sudah lama tunggu tidak selesai juga apalagi sekarang pandemi,” ungkap Doucoure Moctar, agen Konate, kepada Goal Indonesia.

“Sebagai pemain, Konate tentu harus tetap melangkah maju sampai akhirnya tahun ini dia putuskan terima panggilan timnas Mali. Sebelum ini, fans di Mali sempat marah ke Konate karena tolak panggilan timnas,” sambung Moctar.

Menurut Moctar, saat ini sepakbola Asia sudah mendapat sorotan dari belahan dunia lain dan pemain asing yang merumput di Indonesia masih punya harapan untuk dipanggil oleh timnas negara asalnya.

“Ini juga jadi bukti kalo sepakbola Asia khususnya Indonesia, tidak kalah sama Eropa dengan Konate bisa main di timnas Mali yang sebelumnya besar dari sepakbola Indonesia,” beber Moctar.

“Saya masih ingat saat dia main di PSPS Pekanbaru bagaimana ada bayaran yang tidak lancar tapi Konate punya keyakinan. Kalau saja dia tidak kuat dan sabar, mungkin sudah tinggalkan Indonesia dari lama dan tak akan pernah ke Persib, Arema, atau Persebaya,” tandasnya.

Bersama Mali, setidaknya akan ada tiga kesempatan dirinya untuk mencatatkan debut internasional. Mali akan melakoni partai melawan Aljazair pada 7 Juni, Republik Kongo pada 11 Juni, lalu kontra Tunisia empat hari kemudian.