Jawaban Jujur Bambang Pamungkas Soal Banyaknya Pemain Indonesia di Luar Negeri

Legenda Indonesia, Bambang , menjawab jujur soal perasaannya melihat banyak pemain Indonesia mulai berkarier di luar negeri.

Periode 2020-2021 bisa dibilang menjadi masa yang baik bagi perkembangan sepakbola Indonesia.

Dalam periode satu tahun terakhir, sejumlah pemain Tanah Air banyak dilirik oleh klub-klub luar negeri dan mendapat kesempatan bermain di sana.

Sebut saja , Brylian Aldama, dan Witan Sulaeman yang bermain di Eropa, dan di , hingga yang menjadi fenomena di Liga Korea Selatan.

Maraknya pemain dalam negeri yang merantau ke negeri-negeri seberang menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepakbola Tanah Air.

Keberadaan para pemain Indonesia di luar negeri diharapkan bisa mengembangkan motivasi pemain di dalam negeri untuk terus meningkatkan kualitas mereka.

Dengan begitu, kualitas kompetisi di dalam negeri pun diharapkan juga bisa terus bertumbuh.

Legenda timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, juga punya pandangan positif soal banyaknya pemain Indonesia di luar negeri.

Menurutnya, keberadaan pemain-pemain itu bisa berimbas pada peningkatan kualitas timnas Indonesia.

Hal itu disampaikan Bambang saat berbincang-bincang bersama Vincent Rompies dan Deddy Mahendra Desta dalam video yang diunggah di kanal Youtube Vincent & Desta pada 24 Mei 2021.

“Menurut saya ada dua cara untuk membuat timnas itu bagus. Pertama adalah mengirim pemain sebanyak-banyaknya ke luar negeri. Kedua membuat kompetisi kita seprofesional mungkin,” tutur Bambang seperti dikutip Bolasport.com.

“Sekarang saya senang sudah banyak pemain Indonesia mulai main di luar negeri. Artinya mereka belajar untuk memahami sepakbola dengan perspektif baru yang nantinya bisa dibawa ke sini dan ditularkan pada yang lain,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Bepe itu juga menjelaskan, keberadaan pemain di luar negeri tidak luput dari kesalahan.

Jika tidak berhati-hati, para pemain di luar negeri malah bisa jatuh ke lubang narsisistik yang bisa mengganggu karier mereka.

“Kita sekarang sudah mulai mengirimkan pemain-pemain kita belajar ke luar negeri. Walaupun memang tidak mudah untuk beradaptasi di sana.”

“Sekarang mungkin sedikit lebih mudah ya karena ada media sosial yang membuat lebih dekat. Kalau zaman dulu belum ada telepon, handphone, jadi lebih susah,” tuturnya.

“Tapi kemudahan itu juga sekaligus bisa menjadi bumerang kalau kita nggak berhati-hati. Karena faktanya musuh terbesar seorang atlet itu adalah cedera, kejenuhan, dan popularitas.”

“Dan yang paling berbahaya itu popularitas. Karena ketika kita sudah merasa populer, kemudian kita lupa kita adalah pesepakbola itu jadi berbahaya, karena fokusnya jadi berubah,” ungkap top scorer sepanjang masa timnas Indonesia itu.

Satu yang perlu diingat, hal-hal negatif di atas bisa dicegah jika para pemain menyadari fokus mereka dalam berkarier.

“Kalau itu kita bisa jaga, bisa menjadi hal yang positif, maka mereka akan sukses. Perbedaannya mungkin masalah makanan, bahasa,” kata Bepe.

“Kalau dari awal kita mengubah mindset atlet kita disiapkan bagaimana beradaptasi dengan dunia profesional modern, bisa-bisa juga,” pungkasnya.

Berita Terkait