Shin Tae-yong Adopsi Strategi Korsel di Piala Dunia 2018 ke Timnas Indonesia Saat Lawan Afghanistan

Shin Tae-yong turut menerapkan strategi ala timnas Korea Selatan di 2018 untuk Timnas saat lawan Afghanistan, Selasa (25/5/2021).

Timnas Indonesia harus mengakui kekalahan Afghanistan dengan skor 2-3 dalam partai persahabatan di Dubai Iranian Club Stadium, Selasa malam.

Laga ini menjadi agenda bagi kedua tim mempersiapkan pada awal Juni mendatang.

Timnas Indonesia menurunkan formasi 4-4-2 sejak awal laga.

Namun anak asuh Shin Tae-yong justru harus kebobolan cepat pada menit ke-6 melalui Noraollah Amiri.

Afghanistan menggandakan keunggulan di penghujung babak pertama tepatnya pada menit ke-43 lewat Amiruddin Sharifi.

Babak pertama pun berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan Afghanistan.

Memasuki babak kedua, pasukan Shin Tae-yong kembali harus kebobolan tepatnya pada menit ke-49 lewat Hossein Zamani.

Masuknya berpengaruh besar pada skema permainan timnas Indonesia.

Winger itu mencetak gol pada menit ke-59 setelah menerima umpan KH Yudo. 1-3.

Kedudukan berubah menjadi 2-3 usai pada menit ke-64 Egy Maulana Vikri mengirim umpan lewat tendangan bebas.

Bola diterima oleh yang namanya masuk ke dalam papan skor.

Pertandingan berakhir dengan kemenangan Afghanistan dengan skor 3-2 atas timnas Indonesia.

Pertandingan ini sendiri berlangsung tertutup dan tidak bisa diliput oleh media.

Hal ini berkaitan dengan taktik dari kedua tim.

Walau begitu, satu strategi yang terlihat dari Shin Tae-yong yakni nomor punggung para pemain timnas Indonesia yang tak beraturan alias acak.

Dalam foto yang diterima BolaSport.com terlihat para pemain menggunakan nomor punggung yang bukan ciri khas mereka.

Seperti misalnya, Egy Maulana Vikri yang memakai nomor punggung 17, Pratama Arhan yang menggunakan nomor 32 atau Evan Dimas yang memakai nomor punggung 20.

Strategi ini adalah khas dari Shin Tae-yong yang juga pernah ia pakai untuk timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

Shin saat itu beralasan sengaja mengacak nomor punggung para pemainnya saat latihan agar lawan kebingungan dan gagal menghafal pemainnya.

“Kami mengacak nomor punggung peman karena kami tak ingin memperlihatkan kepada lawan segalanya, dan untuk membingungkan mereka,” kata Shin Tae-yong pada 2018 lalu seperti dikutip Sky Sport.

“Itu sangat sulit untuk orang Eropa membedakan dan mengenali kami, orang Asia.”

“Itulah mengapa kami lakukan,” tambahnya.

Sementara itu, Shin juga pernah melakukan strategi serupa saat melakukan TC di Kroasia bersama Indonesia.

Dalam beberapa laga ujicoba, setiap pemain memakai beberapa nomor punggung.

Pasca-pertandingan melawan Afghanistan, Shin Tae-yong mengaku masih banyak hal yang bisa diperbaiki.

Walau begitu, menurutnya terdapat perkembangan yang snagat baik di tubuh timnas Indonesia.

“Memang ini sebuah proses, jadi kami berusaha untuk memainkan seluruh pemain,” kata pelatih asal Korea Selatan tersebut.

“Dan juga selama satu tahun enam bulan tidak bergulirnya kompetisi di Indonesia, tapi kami bisa bilang ini sebagai awal.”

“Ini merupakan perkembangan yang sangat baik,” sambung Shin Tae-yong seperti dilansir dari laman resmi .

Berita Terkait