Manajemen Persis Solo Tanggapi Pernyataan Michelle Kuhnle yang Mengaku Dirinya Dipecat

Mantan Public Relations Persis Solo, Michelle Kuhnle, melontarkan kritik kepada manajemen yang menurutnya melakukan pemecatan sepihak.

Melalui akun Instagram @michellekuhnleofficial, Michelle Kuhnle mengunggah foto yang memprotes manajemen Persis Solo, Rabu (26/5/2021).

Dalam keterangan unggahannya, Michelle Kuhnle menggandeng pengacara, Muhammad Taufiq, untuk membawa masalah ini ke ranah hukum.

Michelle menyayangkan keputusan Persis Solo yang melakukan pemecatan terhadap dirinya.

Bahkan perempuan yang juga mantan penyiar radio ini spesifik menyebut dua nama dalam lingkaran manajemen Persis yang diduga membuat dirinya dipecat.

“Apa yang dilakukan saudara Bryan Barcelona dan saudari Galih Padhu Prasasti terhadap diri saya dan nama baik saya sudah di luar batas kepatutan. Saya meniti karier sejak saya berusia 7 tahun, membangun dengan kerja keras luar biasa, penuh air mata dan keringat,” tulis Michelle.

“Itu adalah a lifetime of hard work and a lifetime achievement yang tidak bisa dihayati dan dipahami oleh saudara Bryan Barcelona dan saudari Galih Padhu Prasasti yang dengan semaunya dan seenaknya ingin menghancurkan karier saya, melecehkan profesionalisme saya, menghina saya dan diduga telah melakukan pembunuhan karakter atau character assassination atas diri saya. Dapat diduga hanya karena alasan personal dan iri hati atas pencapaian saya, anak muda berusia 17 tahun. Sungguh perlakuan yang luar biasa keji,” Michelle melanjutkan.

Menanggapi tudingan miring dari Michelle Kuhnle, manajemen Persis Solo pun membuat klarifikasi resmi.

Manajemen Persis menyebut Michelle telah mengirimkan surat elektronik (surel) pengunduran diri kepada Direktur Utama, Kaesang Pangarep pada 14 April 2021.

Keputusan ini disampaikan oleh divisi Human Resource Division (HRD) setelah melakukan koordinasi dengan divisi media dan jajaran manajemen pada Jumat (21/5/2021).

Namun, surat dari Michelle kepada Direktur Utama Persis tak pernah disampaikan secara resmi kepada divisi terkait yakni media dan HRD.

Manajemen Persis juga membantah pernyataan Michelle kepada media yang mengatakan dirinya tak dibayar sesuai kontrak yang disepakati bersama.

“Terkait kewajiban Persis Solo atas pemenuhan hak-hak Michelle Kuhnle selaku
karyawan, sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Pada Maret, Michelle menerima
gaji prorate sebesar Rp1,3 juta dengan durasi 14 hari kerja, sedangkan pada Mei ia
menerima gaji penuh sebanyak Rp2,4 juta. Pernyataan ini sekaligus menampik rumor di
media yang mengatakan bahwa Persis membayar gaji Rp1,2 juta untuk Maret dan Rp1,4 juta untuk April,” bunyi pernyataan resmi dari manajemen Persis Solo dalam rilis kepada media.

“Sedangkan untuk gaji Mei, Michelle akan menerima gaji penuh (Rp2,4) pada tanggal penerimaan gaji karyawan yaitu 27 Mei,” tulis manajemen Persis lagi.

Lebih dari itu, manajemen Persis juga menyebut Michelle masih membawa kontrak kerja yang seharusnya ditandatangani dan dikembalikan kepada HRD.

Michelle belum memberikan tanda tangan di kontrak kerja yang dibubuhi tanda tangan bermaterai dari pihak pertama, dan HRD belum menerima kembali kontrak kerja yang dibubuhi tanda tangan bermaterai dari pihak kedua.

Michelle beralasan, kontrak tersebut masih ingin dipelajari dan dikonsultasikan dengan
keluarga namun hingga saat ini kontrak belum diserahkan.

Terkait kinerja Michelle selama menjadi Public Relations Persis Solo, manajemen juga terus melakukan penilaian.

“Salah satu aktivitas yang dilakukan untuk menilai performa pegawai, adalah 360-degree feedback yang dilakukan secara berkala oleh koordinator divisi dan jajaran manajemen,” bunyi lanjutan rilis Persis.

“Sehingga, bisa disimpulkan bahwa tidak ada faktor personal di balik keputusan yang diambil oleh manajemen Persis,” tulis tim beralias Laskar Sambernyawa itu.