Pengaruh Kurniawan Dwi Yulianto dalam Karier Sepak Bola Bambang Pamungkas

Yulianto, yang kini menjadi pelatih klub asal Malaysia, , menjadi inspirasi bagi Bambang untuk meraih mimpi menjadi pemain .

Saat Bambang Pamungkas masih menjadi siswa , ia sudah mengidolakan Kurniawan Dwi Yulianto.

Pengaruh striker era Primavera itu semakin besar saat Bambang Pamungkas mengetahui bahwa kamarnya di Diklat Salatiga merupakan kamar yang pernah dihuni Kurniawan.

Bepe, sapaan Bambang Pamungkas, menyadari hal itu ketika melihat tulisan “Kurniawan was here” di tempat tidur susun yang dipakainya.

“Wah, Kurniawan di sini. Kalau Kurniawan bisa jadi pemain nasional, kenapa gue enggak. Gue harus bisa juga,” ujar Bambang Pamungkas mengenang, dikutip dari kanal Youtube Vincent and Desta.

Alhasil, Bepe dapat mewujudkan mimpinya menjadi pemain timnas Indonesia pada 2 Juli 1999 dalam usia 19 tahun 22 hari.

Dalam urusan pemilihan nomor punggung pun rupanya Bepe juga mendapat pengaruh dari Kurniawan.

Eks penyerang itu mengaku pernah ditawari Kurniawan untuk mengenakan nomor punggung 10 di timnas Indonesia.

Namun Bepe menolak tawaran tersebut karena nomor punggung 10 telanjur identik dengan Kurniawan Dwi Yulianto.

Bepe ingin memiliki nomor punggung yang identik dengan dirinya. Apalagi di juga tidak dapat mengenakan nomor 10 karena telah dipakai .

“Nah, gue pengen punya nomor yang identik dengan gue, sehingga bisa gue pakai di mana pun,” kata Bepe.

Akhirnya pilihan Bepe jatuh pada nomor punggung 20. Nomor itu dipilih berdasarkan kelipatan dua nomor punggung Kurniawan.

Memakai nomor punggung 20 dianggap Bepe sebagai tantangan dirinya untuk tampil lebih baik dari idolanya, Kurniawan.

“Orang bilang Kurniawan dengan nomor 10 itu istimewa, gue pengen 20, dua kali istimewa. Jadi men-challenge bahwa gue harus bisa lebih baik dari Kurniawan,” Bepe menjelaskan.

Berita Terkait