BNPB Belum Izinkan Liga 1 & 2 Dihadiri Penonton

Badan Nasional Penanggulangan Bencana () COVID-19 memastikan dan 2 musim 2021 tidak dapat dihadiri penonton demi menekan penyebaran virus mematikan tersebut di masa mendatang.

Keputusan itu sekaligus menutup wacana kemungkinan Liga 1 dan 2 dapat disaksikan penonton di stadion seperti yang diungkapkan dan operator kompetisi PT Baru (LIB) beberapa waktu lalu.

Deputi II Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Harmensyah menyatakan, pihaknya mendukung Liga 1 dan 2 digulirkan, namun mereka tidak menyepakati kehadiran penonton di stadion.

Menurut Harmensyah, India bisa menjadi pembelajaran bagi dalam upaya menurunkan angka penyebaran COVID-19. Di India, tingkat penyebaran mengalami kenaikan pesat setelah pertandingan kriket antara timnas India dan Inggris.

“Kami tidak ingin seperti di India. Ketika pertandingan kriket melawan Inggris, ada 350 ribuan kasus aktif, kemudian naik menjadi 3,5 juta. Seperti turnamen yang lalu (Piala ), kompetisi dilakukan tanpa penonton lebih dulu,” ujar Harmensyah.

“Tapi Satgas penanganan COVID-19 nasional mendukung penuh bergulirnya /2022. Syaratnya, protokol kesehatan ketat harus diberlakukan. Itu syarat utama.”

Kendati demikian, BNPB tidak menutup kemungkinan mengizinkan penonton hadir di stadion pada masa mendatang. Hal itu terjadi bila angka kasus pandemi virus Corona mengalami penurunan, dan stakeholder sepakbola nasional mematuhi protokol kesehatan.

“Pembelajaran dari pertandingan Piala Menpora itu sukses. Namun tentunya hal-hal yang yang perlu dievaluasi, kita tingkatkan lagi, yang perlu diperbaiki kita tingkatkan,” tutur Harmensyah.

“Kami imbau semua yang terlibat melakukan kepatuhan terhadap prokes ini. Pada tahapan berikutnya berdasarkan evaluasi, tidak menutup kemungkinan penonton dapat ke stadion. Tapi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat, sehingga tidak ada penularan.”

Dalam rapat koordinasi antara PSSI, , kementerian pemuda dan olahraga (), BNPB dan kepolisian kemarin dihasilkan beberapa rekomendasi, di antaranya pemberian izin digulirkannya Liga 1 pada awal Juli.

Kepolisian berencana mengeluarkan surat izin pada 27 atau 28 Mei, sehingga memberikan waktu kepada klub untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang kemungkinan digelar secara terpusat di Pulau Jawa.

Berita Terkait