Klarifikasi Barito Putera: Yudha Febrian Mundur karena Alasan Keluarga

Putera akhirnya buka suara perihal kontroversi pemainnya, . Konon, bek kiri itu mundur dari kontraknya karena alasan keluarga.

Setelah kedapatan dugem dan dicoret dari skuat , Yudha Febrian yang saat itu berstatus sebagai pemain Barito Putera, mendapat sanksi dari manajemen berupa pembinaan di sebuah pondok pesantren.

Yudha Febrian akhirnya dipanggil lagi untuk memperkuat skuat Barito Putera di turnamen pramusim , meski ia tak sekalipun mendapatkan menit bermain.

Namun tak berselang lama, Yudha Febrian menuliskan surat pengunduran diri pada 15 April 2021, diiringi kontroversi jika ia telah melakukan pelecehan seksual pada wanita.

CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman membenarkan jika ia telah menerima surat pengunduran diri Yudha Febrian, satu bulan sebelum ia tersandung kasus pelecehan itu.

“Setelah Piala Menpora itu selesai dan tim akan dibubarkan, dia langsung mengantar surat pengunduran diri. Jadi, ini bukan kita yang memberhentikannya, tapi dia sendiri yang mundur,” ujar Hasnur via Klik Kalsel.

“Yudha belum menemukan performa terbaiknya, padahal kita memerlukannya di posisi bek kiri. Dia kalah bersaing dengan pemain baru, , yang bukan pemain asli bek kiri,” tambah Hasnur lagi.

Selain tak mendapat jam terbang bersama Barito Putera, Yudha Febrian diketahui juga mundur dari klub karena alasan keluarga. Ia sudah berkarir sebagai pemain sepak bola profesional sejak di 2018 lalu.

“Kita kan ingin persiapan menghadapi , tetapi ternyata sebelum itu pun Yudha sudah mengundurkan diri dengan alasan keluarga, ingin dekat dengan keluarga,” jelas Hasnur.

“Jadi kita memahami saja alasannya itu, dan kita juga mencari bek kiri yang benar-benar sudah siap, serta lebih baik dari Rifqy, karena kita tahu kelemahan tim kita ada di posisi itu saat Piala Menpora kemarin,” tuntas Hasnur.

Barito Putera sendiri sudah menggelar TC di Yogyakarta sejak Selasa (18/05/21) lalu, dan menutup perburuan pemain lokal. Posisi bek nampaknya akan dihuni oleh pemain asing, karena masih ada dua slot untuk Liga 1.

Berita Terkait