Saddil Ramdani Merasa Sendiri di Pahang FC dan Nyaman di Sabah FC

Pemain asal Indonesia, Saddil Ramdani, mengaku sangat nyaman berada di klub Malaysia, Sabah FC.

Bagi Saddil Ramdani, kekeluargaan di Sabah FC lebih berasa ketimbang saat ia membela klub Malaysia lainnya, Pahang FC.

Saddil Ramdani sempat membela Pahang FC pada musim 2019.

Pemain berusia 22 tahun itu hanya bertahan satu musim di Pahang FC dan berhasil mencetak dua gol.

Usai dari Pahang FC, Saddil Ramdani kembali ke Indonesia dengan memperkuat Bhayangkara Solo FC.

Karena Liga 1 2021 berhenti akibat Covid-19, Saddil Ramdani akhirnya kembali ke Malaysia dengan memperkuat Sabah FC.

Ia menerima tawaran Sabah FC karena diajak oleh Kurniawan Dwi Yulianto yang menjabat sebagai pelatih kepala.

Kepada BolaSport.com, Saddil Ramdani mengaku saat di Pahang FC, ia merasakan kesepian.

“Menurut saya waktu di Pahang FC, saya merasa sendiri saja,” kata Saddil Ramdani.

“Saya tidak ada masalah di Pahang FC, cuma saya merasa kurang dukungan dan kepercayaan saja,” ucapnya menambahkan.

Saddil Ramdani menjadi pemain asing termuda saat memperkuat Pahang FC.

Apalagi Pahang FC merupakan klub pertamanya di luar negeri.

Saat itu, Saddil Ramdani berpikir bisa menambah ilmu selama membela Pahang FC.

Namun, ternyata itu tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan Saddil Ramdani.

Saddil Ramdani jarang mendapatkan menit bermain di Pahang FC.

Ia hanya dipercaya bermain sebanyak 21 pertandingan dengan catatan 1369 menit bermain.

“Banyak faktor luar juga yang tidak perlu saya jelaskan.”

“Itu permasalahan utamanya dan ini membuat saya berpikir lebih dewasa lagi, lebih profesional lagi, dan lebih kuat menghadapi tekanan.”

“Apapun itu, saya bersyukur bisa mendapat pelajaran yang belum pernah saya rasakan selama bermain sepak bola maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Saddil Ramdani.

Apa yang dirasakan Saddil Ramdani ini berbeda ketika memperkuat Sabah FC.

Menurutnya, ia merasakan kekeluargaan yang hangat di Sabah FC.

Saddil Ramdani merasa seperti berada di kampung halamannya sendiri ketika memperkuat Sabah FC.

Eks pemain Persela Lamongan itu menilai di Sabah FC tidak ada perbedaan sama sekali.

“Di Sabah FC saling mendukung, saling membantu, dan saling menyemangati.”

“Para pemain di Sabah FC juga selalu memotivasi diri sendiri agar selalu menjadi lebih baik.”

“Dari sana, saya merasa sangat senang karena disuport teman-teman maupun manajemen klub.”

“Coach Kurniawan Dwi Yulianto juga memberikan dukungan penuh layaknya seorang bapak dan anak,” tutup Saddil Ramdani.