Kendala Cuaca Buat Witan Sulaeman Tak Bisa Maksimal di TC Timnas Indonesia

Gelandang Indonesia, Witan Sulaeman mengaku belum bisa latihan secara maksimal karena ia masih berusaha beradaptasi dengan cuaca di Dubai, ().

Seperti diketahui, Witan Sulaeman baru bergabung dalam pemusatan latihan (TC) di Dubai, pada Kamis (20/6/2021) pagi waktu setempat.

Setelah bergabung dengan timnas Indonesia, Witan Sulaeman pun langsung ikut berlatih pada sore harinya.

Namun, dalam latihan tersebut, pemain FC Radnik Surdulica tersebut belum bisa latihan secara maksimal.

Hal itu karena Witan Sulaeman masih berusaha untuk beradaptasi dengan cuaca di Dubai karena baginya cuaca di negara tersebut berbeda dengan Serbia.

Oleh karena itu, Witan mengaku bahwa ia berusaha untuk terbiasa dengan cuaca panas yang ada di Dubai terlebih dahulu.

Apalagi di Dubai cuaca bisa mencapai 40 derajat celsius saat pagi hingga siang hari.

Bahkan saat sore hari suhu hanya menurun sekitar 37 derajat celsius, sehingga pemain berusia 19 tahun itu belum terbiasa.

“Saya baru latihan ringan saja tadi. Mungkin seperti kemarin, saya yang baru datang pagi (Witan datang pukul 6 pagi di hari yang sama),” kata Witan Sulaeman sebagaimana dilansir BolaSport.com dari laman resmi .

“Saya masih berusaha untuk bisa menyesuaikan diri dari kondisi cuaca di sini yang cenderung panas,” tuturnya.

Cuaca di Dubai memang cenderung panas, bahkan saat malam hari pun suhu rata-rata di angka 32 derajat celsius.

Dengan cuaca segitu, bahkan masih terbilang panas dari Indonesia yang mana di siang hari paling tinggi suhunya hanya 30 derajat celsius.

Tentu saja itu cuaca yang baru baik bagi pemain yang bermain di Indonesia ataupun pemain yang berkarier di luar negeri seperti serta Witan Sulaeman.

Pelatih timnas Indonesia, pun mengakui cuaca di Dubai masih menjadi hambatan para pemainnya.

Meski begitu, pelatih asal Korea Selatan itu berharap anak asuhnya bisa cepat beradaptasi.

Mantan pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu bahkan terus berusaha membuat para pemain latihan pagi dan sore hari agar mereka bisa segera beradaptasi dengan cepat.

“Perlu waktu dan proses untuk bisa beradaptasi,” ujar Shin Tae-yong.

“Pemain saya mayoritas datang dari daerah tropis yang suhunya sedang, atau bahkan dingin dengan empat musim, saya yakin mereka bisa mengatasi hal ini dalam waktu dekat,” ucapnya.

Pola latihan di lapangan hijau dan di pantai terus dilakukan agar para pemain terbiasa dengan cuaca panas.

Sehingga nantinya pemain siap menghadapi dua laha uji coba dan tiga pertandingan resmi zona Asia.

Sebagaimana diketahui, timnas Indonesia akan menjajal kekuatan Afghanistan dan Oman pada laga uji coba yang berlangsung pada 25 dan 29 Mei mendatang.

Setelah itu timnas baru akan menghadapi Thailand pada 3 Juni, lalu 7 Juni, dan terakhir UEA pada 11 Juni 2021.

Berita Terkait