Asnawi Mangkualam Bahar Sempat Bingung Dengan Konsep Sampah Organik

Pemain muda Mangkualam Bahar mulai menikmati kultur kehidupan di Korea Selatan setelah tiga bulan tinggal di Negeri Ginseng, termasuk mengelola sampah.

Kendati sedang menjalani pemulihan cedera hamstring, kegiatan Asnawi tidak berkurang. Selain menghadiri kegiatan klub, Asnawi juga disibukkan dengan sejumlah wawancara eksklusif bersama media lokal.

Salah satu materi pertanyaan yang kerap diajukan media lokal terkait dengan adaptasi kehidupannya di Korsel. Asnawi mengaku kini sudah tidak terkendala dengan cuaca, mengingat suhu di Ansan sekarang sudah mendekati Indonesia. Bahkan, Asnawi beberapa kali mengusap keringatnya ketika sedang diwawancara.

“Ketika pertama kali [[datang], cuaca di Korea sangat dingin. Tapi sekarang saya menganggap cuaca sudah normal,” ujar Asnawi dalam wawancaranya dengan laman News 1.

Ketika pertama kali datang, Asnawi tidak hanya harus beradaptasi dengan cuaca, tapi juga gaya hidup. Pemain berusia 21 tahun ini mengatakan, ia sempat kebingungan dengan konsep pengelolaan sampah organik.

Asnawi mengatakan, pengelolaan sampah menjadi salah satu hal menarik yang ingin ia perkenalkan dan tanamkan, setidaknya kepada keluarga, bila pulang ke Indonesia.

“Indonesia tidak familiar dengan konsep pengelolaan sampah terpisah. Saat pertama kali di Korea, saya mencampur semuanya, dan itu nyaris menimbulkan masalah besar,” ungkap Asnawi sambil tertawa.

“Sekarang saya sudah mengerti bagaimana memisahkan sampah plastik ke [kelompok] plastik, dan [sampah] kertas ke [kelompok] kertas. Saya ingin menyebarkan budaya orang Korea yang mengelola lingkungannya dengan baik ke Indonesia.”

Di samping itu, Asnawi merasa senang dengan kondisi jalan di Ansan. Menurutnya, suasana di jalanan berbeda jauh dibandingkan di Indonesia, karena ia tidak menemui kemacetan. Kendati demikian, Asnawi tetap menghindari tempat wisata yang dipadati pengunjung.

“Ansan tidak padat dengan mobil, dan udaranya bagus. [Tapi] Saya masih menghindari pergi ke tempat-tempat wisata yang banyak orang. Saya biasanya menonton film saat sedang istirahat. Film favorit saya adalah ‘Fast and Furious’,” tutur Asnawi.

Mantan penggawa Makassar ini juga tidak terkendala dengan makanan. Ansan selama ini dikenal sebagai kota multikultural. Tak heran bila di kota ini juga banyak restoran Indonesia.

“Di sini cukup banyak restoran Indonesia. Hampir seluruh restoran Indonesia di Ansan sudah pernah saya datangi. Banyak restoran yang mempunyai rasa hampir mirip seperti bumbu di Indonesia,” ucap Asnawi sambil mengacungkan jempolnya.

Berita Terkait