Panser Biru Tolak Kompetisi Liga 1 Tanpa Degradasi, Minta PSIS 1 Suara

Kelompok Semarang, , dengan tegas menolak penghapusan degradasi di . Mereka sependapat dengan sebagian besar pelaku sepak .

Sebelumya, isu kompetisi tanpa degradasi memang mencuat usai beberapa anggota Exco mengatakan ada sejumlah usulan klub peserta Liga 1 dan yang menolak ada degradasi di tengah pandemi virus corona akan berdampak terhadap pemasukan klub.

Menurut Ketua Umum Panser Biru, , sebuah kompetisi yang ideal harus tetap menggunakan sistem degradasi supaya marwah dan sportivitasnya tetap terjaga.

“Kami dari Panser Biru menolak wacana penghapusan degradasi di Liga 1. Menurut kami, idealnya kompetisi hendaknya tetap harus menjaga aroma sportivitas dengan menghadirkan tontonan sepak bola yang berbobot untuk masyarakat,” tutur Galih.

“Kualitas liga akan terjaga dengan adanya tim yang bekerja keras untuk juara serta promosi serta berusaha mati-matian berjuang agar terhindar dari degradasi,” lanjut eks ketua harian Panser Biru ini.

Sebetulnya Panser Biru menyadari bahwa keuangan semua klub, termasuk tengah sulit di tengah pandemi, namun menurutnya itu bukan sebuah alasan untuk meniadakan sistem degradasi di Liga 1 2021.

“Kami pun memahami situasi ekonomi sedang tidak stabil, sehingga banyak tim terkena efek dari pandemi covid-19 yang sampai saat ini belum juga berakhir,” cetusnya.

“Kami berharap PSSI sebagai federasi tertinggi sepak bola Indonesia bisa lebih bijaksana dan mencari solusi terbaik untuk terlaksananya Liga 1 yang akan berlangsung Juli nanti bisa berjalan normal seperti biasa dan tetap menjaga protokol kesehatan,” tandas Galih Eko.

Panser Biru juga berharap PSIS Semarang sebagai tim yang mereka dukung bisa satu suara untuk menolak wacana .

PSSI sendiri sebagai organisasi tertinggi sepak bola Indonesia baru akan memutuskan sistem dan format kompetisi di acara Kongres Tahunan yang akan digelar di Jakarta pada 29 Mei mendatang.

Berita Terkait