Jayapura Junior League Kembali Bergulir, Ricardo Salampessy dan Ardiles Rumbiak Jadi Pelopor

Bermula dari obrolan serius tapi santai antara dan Ardiles Rumbiak, bakal kembali eksis pada 2021.

Kompetisi sepak bola usia dini di Papua, khususnya Jayapura, sangat minim untuk yang terstruktur dan kontinu.

Sejak beberapa tahun lalu, Ricardo Salampessy “menangkap” hal itu setiap melakukan diskusi soal sepak bola usia muda.

Akhirnya, Ricardo mengajak mantan rekan satu timnya di Jayapura, Ardiles Rumbiak berdiskusi pada awal 2019.

“Kami satu kantor dan sering melakukan diskusi soal keinginan melaksanakan kompetisi yang terstruktur di Jayapura,” ujar Ricardo kepada Skor.id, Senin (17/5/2021) siang.

“Semua ini sebenarnya juga kegelisahan dari sejumlah pembina sepak bola usia dini di sini.”

“Mereka membutuhkan wadah sebab turnamen hanya ada sekitar setahun sekali atau paling banyak dua kali dan bukan kompetisi,” ucapnya menambahkan.

Akhirnya akhir 2018, Ricardo dan Ardiles bersama sejumlah pembina, pelatih, serta pemilik skolah sepak bola (SSB) plus tim usia muda di Jayapura bertemu.

Mereka pun bersepakat membuat kompetisi usia dini agar latihan para pemain di SSB maupu tim amatir bisa berguna.

Para pemain binaan itu dikatakan Ricardo bisa punya jam terbang bermain tak hanya latihan saja.

Ricardo Salampessy dan kolega lalu membuat Jayapura Junior League (JJL) serta mereka menjadi operatornya dengan segala ketersediaan yang ada.

“Kami memulai semuanya dari hal yang paling sederhana plus seadanya. Kami hanya mau jalan dulu, sambil melakukan evaluasi,” tutur Ricardo.

Pesepak bola aktif Persipura yang punya lisensi B ini bergerak melakukan simulasi dan terlaksanalah Jayapura Junior League U-12 2019.

“Saat itu, JJL U-12 pada 2019 merupakan simulasi awal yang kami buat dan sukses terlaksana pada pertengahan tahun itu,” ujar Ricardo Salampessy.

“Simulasi itu dilaksanakan secara kompetisi penuh dua putaran sehingga setiap tim main dua kali bertemu semusim.”

“JJL juga dijalankan setiap akhir pekan dan semua makin hari tambah antusias,” ucap bek di 2007 ini.

Simulasi JJL U-12 2019 diikuti delapan peserta. Mereka antara lain: SSB Nafri, SSB Batik Kotaraja, SSB Putra Pasifik Pasir 2, dan SSB Tunas Muda Hamadi.

Lalu ada SSB PSK Kayu Pulo Argapura, SSB Cendrawasih Abepura, SSB Emsyk Waena, serta Bhararesta.

Sayang pada 2020, pandemi Covid-19 meninggi dan izin pelaksanaan tak bisa didapatkan sehingga JJL pun terhenti.

Namun pada 2021, JJL akan kembali terlaksana tetapi untuk U-16. Pilihan level U-16, operator JJL tak ingin ambil risiko jika usia di bawahnya.

“Kami undang 12 tim yang memberikan kepastian ada delapan. Kami memilih level U-16 karena situasi pandemi belum begitu reda,” kata Ricardo.

“Soal kami memilih kompetisi level U-16, para pemannua lebih mudah memahami segala aturan prokes dibandingkan usia di bawahnnya.”

“Jayapura Junior League 2021 untuk U-16 semoga menjadi awal yang baik ketika kami memulai kompetisi usia muda ini saat kondisi sedang kurang bagus ini,” ujarnya.

Untuk peserta, JJL U-16 2021 diisi SSB Tunas Muda Hamadi, SSB Batik Kotaraja, SSB Nafri, serta SSB Emsyk Waena.

Lalu ada SSB Papua United Sentani, SSB Sumber Makmur Abepura, SSB Heijnes Kotaraja, dan SSB Bhayangkara Numbay.

Ricardo Salampessy senang dengan komitmen semua tim peserta dan berharap Jayapura Junior League musim 2021 jadi titik awal yang baik untuk masa depan sepak bola Papua.

Berita Terkait