Fakta Minus Sepak Bola Indonesia: Otot Pemain Timnas U-19 Sama dengan Otot Pemain Korsel U-16

Soal fisik pemain lemah sebenarnya merupakan sebuah fakta yang sudah diketahui sejak puluhan tahun lalu. Tapi kenyataanya masalah itu belum teratasi di sepak sampai saat ini.

Pelatih fisik , , yang sudah bertugas selama tiga tahun memastikan bahwa beberapa aspek fisik pemain-pemain Indonesia masih buruk. Alhasil, wajar jika prestasi timnas tak kunjung didapat secara konsisten.

Lee Jae-hong memiliki data yang mengejutkan antara pemain asal negaranya, Korea Selatan dengan pemain Indonesia.

“Saya pegang data pemain Korsel dari U-13 sampai senior. Pemain Korsel U-16 dan pemain U-19 ototnya sangat mirip. Artinya otot pemain masih kurang,” tutur Lee Jae-hong yang bertugas sebagai pelatih fisik di timnas Korsel dalam 2018 itu.

Menurutnya, otot yang tak ideal sangat berpengaruh dalam performa pemain di lapangan. Otot berpengaruh kepada body balance dan endurance.

“Untuk mengeluarkan power yang lebih besar butuh massa otot yang besar pula. Seharusnya pemain Indonesia bisa bermain body keras, namun baru bisa bermain keras dengan kaki saja,” katanya.

“Kalau powernya kecil dan ototnya tidak banyak, jadinya untuk main body tidak bisa keras,” ucap Lee Jae-hong melanjutkan.

Menurutnya, selain latihan, pembentukan otot sangat dipengaruhi oleh asupan makanan yang masuk dalam tubuh. Jika asupan makanan tepat, maka akan memproduksi energi dan dapat membentuk otot yang kuat.

Berita Terkait