SGBT Bisa Jadi Pelicin Upaya Persebaya Dapatkan Lagi Lisensi Klub AFC

Persebaya Surabaya berharap bisa mendaftarkan Stadion Gelora Bung Tomo (SGBT) sebagai kandang dalam mengajukan Lisensi Klub AFC tahun 2021.

Diharapkan SGBT dapat membantu kelancaran untuk mendapatkan kembali lisensi klub profesional yang diverifikasi oleh Federasi Sepakbola Asia.

“Ya kalau tahun ini bisa mendapatkan rekomendasi bermain kembali di GBT sebagai homebase kami tentu akan sangat membantu Persebaya untuk mendapatkan licensing itu,” ujar Manajer Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi.

Ada lima aspek yang harus dipenuhi klub untuk bisa mendapatkan lisensi klub AFC.

Yakni legalitas, finansial, infrastruktur, sumber daya manusia dan administrasi, serta sporting (pembinaan usia dini).

Menggunakan SGBT bakal memberikan poin besar pada aspek infrastruktur Persebaya Surabaya. Sebab stadion yang terletak di daerah Benowo, Surabaya Barat tersebut baru saja rampung menjalani renovasi persiapan Piala Dunia U20. Sehingga secara spesifikasi sarana dan prasarana SGBT sudah sangat sesuai standar FIFA.

Dari segi penerangan saat ini SGBT ditunjang dengan kapasitas 2400 luks. Sementara perubahan paling mencolok terjadi pada bangku penonton yang kini menggunakan single seat.

Pemasangan single seat tersebut menyusutkan kapasitas dari 50.000 menjadi 46.806 saja. Namun penyusutan kapasita tersebut sebanding dengan kemegahan dan kemewahan yang ditonjolkan.

Selain itu kualitas lapangan pun ditingkatkan dengan penambahan rumput baru grade standar FIFA.

Disisi lain saat ini Persebaya Surabaya belum bisa mengambil langkah. Karena PSSI masih belum memberikan informasi lanjutan mengenai AFC Club Licensing Cycle 2021.

“Ya kami selalu bersiap menunggu timeline dari PSSI. Misalnya persiapan licensing mulai bulan ini, kami akan mengikuti,” tutur Candra Wahyudi

“Mangkanya ini Alhamdulillah kalau sudah dalam kondisi pakai itu kan membantu. Minimal salah satu syarat homebase kita bisa mendapatkan licensing,” imbuhnya.

Persebaya Surabaya tidak akan melewatkan licensing klub AFC pada tahun ini. Pengalaman di tahun lalu memberikan banyak pelajaran berharga.

Seperti diketahui Bajul Ijo mendapatkan peluang tampil di Piala AFC pada tahun 2021 ini usai menjadi runner up Liga 1 2019 lalu. Namun kesempatan tersebut hilang karena Persebaya Surabaya terbentur lisensi klub AFC. Alhasil slot mereka diambil Persipura Jayapura yang berada di posisi ketiga Liga 1 2019.

“Pengalaman kemarin ketika kami tidak dapat akhirnya membuat kami tidak bisa tampil di level yang lebih tinggi, Asia. Padahal kami punya kesempatan.”

“Sebenarnya kalau 2019 jalan terus kami dapat kesempatan main di AFC 2020. Tetapi klub licensingnya 2020 ketika itu Persebaya tidak dapat,” pungkasnya.