Media Asing Sorot Pencoretan Arthur Irawan dari Timnas Indonesia

Pencoretan dari Indonesia asuhan Shin Tae-yong turut mengundang perhatian media asal , Zing.vn.

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memutuskan untuk memboyong 28 pemain skuad Garuda untuk mengikuti Kualifikasi Piala Dunia di Dubai, Uni Emirat Arab.

Daftar nama yang dibawa Shin Tae-yong juga telah diumumkan lewat laman resmi PSSI pada 12 Mei 2021.

Jumlah itu menyusut dari total 37 pemain yang dipanggil oleh pelatih asal Korea Selatan itu sebelumnya.

Artinya, ada sembilan pemain yang dicoret dari skuad Garuda, salah satunya adalah pemain PSS Sleman, Arthur Irawan.

Seperti diketahui, pemanggilan Arthur Irawan ke timnas Indonesia sempat mengundang polemik di kalangan pecinta sepakbola nasional.

Hal itu lantaran Arthur dinilai tidak pernah memberikan kontribusi yang nyata bagi klubnya.

Mantan pemain itu memang tampil dalam lima laga 2021 bersama Elang Jawa.

Hanya saja, Arthur tidak bisa menyumbangkan assist atau gol, serta jarang memegang bola.

Pemain jebolan Espanyol B itu juga tidak punya rekor impresif selama berkarier di Liga Indonesia sejak 2017 lalu.

Oleh sebab itu, banyak warganet yang mempertanyakan keputusan untuk memanggil Arthur Irawan.

Ternyata, pencoretan Arthur Irawan dari timnas Indonesia turut mendapat sorotan dari media asal Vietnam, Zing.vn.

Dalam pemberitaan soal timnas Indonesia, Zing memberi perhatian khusus pada hilangnya nama Arthur Irawan.

“Pada 12 Mei, PSSI mengumumkan daftar pemain timnas yang akan berpartisipasi di di ,” tulis Zing.vn dalam pemberitaannya.

“Pelatih asal Korea itu mencoret pemain PSS Sleman, Arthur Irawan.”

“Arthur Irawan, yang pernah bermain untuk Espanyol B, menjadi pemain paling kontroversial di timnas Indonesia.”

“Dia cuma bermain tiga kali untuk PSS Sleman tetapi masih bisa bergabung ke timnas. Shin Tae-yong sendiri menolak berkomentar tentang hal ini,” tulis Zing lagi.

Sebelumnya, bos PSS Sleman, Paulo, sempat mengeluhkan polemik di timnas Indonesia yang menyangkut-pautkan anak asuhnya.

Marco merasa heran mengapa pemanggilan Arthur ke skuad Garuda perlu dibesar-besarkan.

“Saya rasa pertanyaan itu tidak harus ditujukan ke saya. Pemanggilan itu murni dari tim pelatih, tim PSSI,” ujar Marco Gracia Paulo kepada awak media saat menghadiri , Selasa (11/5/2021).

“Saya rasa itu murni keputusan beliau-beliau, kami menghargai itu.”

“Yang saya bingung kenapa harus dibesar-besarkan, banyak kok pemain baru juga yang dipanggil. Buat saya tidak perlu diarahkan ke cuma masalah satu orang,” kata Marco Gracia Paulo.

Meski banyak pandangan negatif yang mengarah ke Arthur Irawan, Marco berharap publik dapat bijak menyampaikan tanggapan.

“Jadi, saya positif memandangnya. Kalau teman-teman punya pandangan berbeda, itu hak masing-masing,” kata Marco.

“Tetapi, kami punya data, kami punya analisis, mari biarkan PSSI dan manajemen di timnas bekerja,” tutup Marco.

Berita Terkait