Sejarah Hari Ini – Persib Tahan Imbang Ajax Amsterdam dan Disebut Lebih Bagus dari Persija

Bandung memiliki kenangan mengesankan ketika menahan imbang klub Belanda, Amsterdam.

Persib Bandung mendapat kesempatan berharga untuk menantang pada 14 Mei 2014 lalu.

Kala itu, Persib diisi oleh skuad yang akhirnya menyabet gelar juara Liga 2014.

Makan Konate menjadi salah satu pilar kunci Persib pada musim tersebut.

Berlangsung di Stadion Si , Kabupaten Bandung, Persib sukses menahan imbang Ajax Amsterdam dengan skor 1-1.

Skuad Maung Bandung sempat tertinggal terlebih dahulu melalui kreasi Stefano Denswill.

Bek Belanda U-21 itu sukses memaksimalkan umpan tendangan pojok pada menit ke-16.

Namun, Persib tak pantang menyerah dengan nama besar juara Eredivisie Belanda tersebut.

Pangeran Biru mampu menyamakan kedudukan melalui gol Makan Konate sebelum turun minum.

Gelandang asal Mali tersebut mencetak gol tiga menit sebelum turun minum.

Konate menang adu lari dengan dua pemain Ajax sebelum akhirnya mengelabui penjaga gawang Mickey van der Hart.

Di babak kedua, tidak ada tambahan gol yang tercipta hingga laga usai.

Pelatih Ajax, , mengaku senang dengan atmosfer sepak bola di Bandung.

Ia juga terkesan dengan permainan Firman Utina dkk yang mampu memberikan perlawanan.

“Kami berhasil mencetak gol di babak pertama. Kami membuat banyak peluang.”

“Di babak kedua kami berusaha bermain lebih cepat, namun Persib tampil lebih bagus dalam counter attack dan itu merepotkan kami,” ujar de Boer usai pertandingan.

Ini adalah uji tanding kedua Ajax dalam kunjungannya ke Indonesia pada 2014.

Sebelumnya, Ajax Amsterdam menghadapi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Ajax Amsterdam melibas Persija tiga gol tanpa balas pada 11 Mei 2014.

Perlu diketahui dalam agenda tur ke Indonesia, Ajax sebagian besar dihuni oleh pemain yang menjuarai Liga Eredivisie musim 2013-2014.

Frank de Boer menilai kekuatan Persib kalau itu lebih bagus dari Persija Jakarta.

“Persib bermain lebih bagus dari Persija karena mereka mampu membangun serangan dari belakang dengan ditambah gelandang dan dua sayap,” ucapnya.

Melihat potensi sepak bola Indonesia, de Boer berpesan untuk lebih meningkatkan pembinaan sepak bola di usia dini.

“Ada potensi besar dari sepakbola Indonesia. Tapi itu harus didukung dengan membangun akademi sepakbola untuk pembinaan usia muda,” pungkasnya.

Berita Terkait