Sepi Pemasukan, Begini Kiat Arema FC Penuhi Kriteria Finansial Lisensi Klub AFC

Seluruh klub kontestan tengah berlomba untuk mendapatkan lisensi klub profesional oleh . Tak terkecuali FC yang sudah lima tahun berturut-turut memperoleh predikat sebagai klub profesional oleh AFC.

Namun, musim ini Arema FC, seperti klub-klub lain, dihadapkan pada persoalan kondisi finansial tim mengingat sudah setahun aktivitas sepak bola terhenti.

Singo Edan tak mendapatkan pemasukan dari sektor tiket penonton, salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi tim.

Aspek kondisi finansial tim merupakan satu dari lima aspek penting bagi AFC untuk memberikan label klub profesional kepada sebuah tim.

Menghadapi hal tersebut, manajemen Arema FC berupaya sekuat mungkin untuk bertahan di tengah situasi sulit selama masa pandemi Covid-19.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, menjelaskan beragam upaya akan dilakukan oleh tim guna menjaga kondisi finansial.

“Memang tidak ada pemasukan dari sisi ticketing karena hampir pasti di kompetisi nanti pertandingan masih tidak bisa dihadiri penonton. Namun, bagaimana pun kami harus bisa bertahan dengan situasi saat ini,” tutur Sudarmaji.

Kondisi pandemi juga membuat klub-klub tidak memungkinkan untuk mengandalkan pemasukan dari sponsor tim.

Hal sama juga tengah dihadapi oleh pihak sponsor yang tentunya tidak dapat jor-joran dalam memberikan dukungan finansial ke klub.

Belum lagi, ada batasan-batasan serta absensi penonton dalam pelaksanaan pertandingan kompetisi Liga 1 2021 sebagai dampak dari penerapan protokol kesehatan ketat selama pelaksanaan kompetisi.

Skuad Arema FC laga ketiga di babak penyisihan grup A melawan yang berakhir dengan skor 2-3 di Solo, Selasa (30/03/2021) malam.

Skuad Arema FC laga ketiga di babak penyisihan grup A Piala Menpora 2021 melawan PSIS Semarang yang berakhir dengan skor 2-3 di Stadion Manahan Solo, Selasa (30/03/2021) malam. (Dokumentasi Liga Indonesia Baru)

Hal tersebut berimbas pada turunnya nilai jual klub di mata sponsor dan tentu akan membuat pihak sponsor akan berpikir dua kali untuk memberi dukungan.

Untuk itu, kondisi finansial tim menjadi fokus utama manajemen Arema FC dalam menjaga status klub profesional.

Pentingnya aspek finansial bagi AFC adalah untuk memastikan bahwa klub-klub dalam kondisi aman karena akan berpengaruh kepada kesehatan klub secara keseluruhan.

“Minimnya pemasukan selama pandemi ini dirasakan oleh semua klub. Demikian pula dengan Arema FC. Namun, direksi tentu saja sudah mempertimbangkan langkah apa saja agar Arema FC bisa survive,” tuturnya.

Selain Arema FC, musim lalu beberapa klub Indonesia juga meraih lisensi klub dari AFC.

Klub-klub tersebut adalah Bali , Persipura Jayapura, Bhayangkara Solo FC, , Persib Bandung, dan .

Lisensi klub AFC menjadi salah satu syarat bagi mereka untuk dapat berlaga di kompetisi antarklub Asia.

Berita Terkait