Lebaran Dulu, Baru Persija Akan Bersikap Soal Liga 1 Tanpa Degradasi

Gaduh di media sosial terkait penghapusan degradasi di Liga 1 musim ini belum berhasil membuat Persija Jakarta terpancing. Begitu pula sikap sejumlah kontestan perihal rencana kontroversi ini.

Manajemen tim berjulukan Macan Kemayoran itu lebih memilih untuk fokus menatap Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah yang akan jatuh pada 13-14 Mei 2021.

Lima hari sesudah niatan PSSI untuk meniadakan degradasi di Liga 1 menguap ke publik, satu per satu klub peserta menyampaikan pandangannya. Ada tim yang menolak, setuju, maupun hanya mengikuti kebijakan PSSI.

Macan Kemayoran terus didorong untuk menolak konsep Liga 1 tanpa degradasi oleh pendukungnya, The Jakmania. Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, berjanji akan bersikap tentang rancangan ini setelah Lebaran.

“Nanti sikap Persija Jakarta akan diinformasikan setelah Lebaran. Saat ini, kami sedang fokus Lebaran lebih dulu. Nanti bisa bincang-bincang dengan saya soal ini, akan diberitahukan lebih lanjut,” kata pria yang karib dipanggil Panca itu kepada Bola.com, Selasa (11/5/2021).

Sebelumnya, Ardhi Tjahjoko selaku pembina Persija Jakarta menolak keras Liga 1 tanpa degradasi. Menurutnya, kompetisi bukan turnamen yang tidak mengenal sistem turun kasta.

“Bagi saya pribadi, seandainya Liga 1 jadi bergulir tapi tidak ada sistem degradasi, itu tak ubahnya seperti turnamen saja. Mengingat tidak ada lagi nilai kompetisinya,” kata Ardhi lewat akun Instagramnya, @ardhitj90.

“Jadi saya rasa perlu dipertimbangkan kembali, supaya kompetisi dapat kembali ke marwahnya dan masing-masing klub akan berkompetisi dengan penuh semangat serta mempunyai target akhir,” imbuh pria berpangkat Marsekal Pertama TNI AU tersebut.