5 Pelatih Asing yang ”Dekat” dengan Persija, Luis Milla dan Go Oiwa Mengemuka

2021 dijuarai Persija, tetapi untuk Liga 1 musim baru mereka harus cari pelatih anyar dan ada dua nama mengemuka yaitu serta .

Persija Jakarta pisah dengan asal Brasil sejak awal 2021, setelah Liga 1 musim 2020 dipastikan tak lanjut.

Kini, Persija memburu pelatih baru sebagai arsitek tetap sebab Sudirman belum memiliki lisensi Pro AFC.

Ada banyak nama yang beredar, Skor.id coba mengerucutkan menjadi lima dan ini detailnya:

1. Go Oiwa

Selain Luis Milla, Go Oiwa asal Jepang juga dikabarkan sedang jadi prioritas selanjutnya oleh Persija.

Sayang, soal harga lelaki berusia 48 tahun ini belum diketahui pastinya. Walau ada media Jepang mengabarkan kalau Go Oiwa punya kans gabung ke Persija.

Meski musim 2021 masih menganggur, dia adalah salah satu tokoh penting klub elite J.League, Kashima Antlers baik sebagai pemain maupun pelatih.

Saat aktif main sebagai defender, Go Oiwa pernah jadi bagian Kashima Antlers saat menjuarai kasta teratas Liga Jepang atau J1 League musim 2002, 2007, 2008, dan 2009.

Dia juga jadi bagian klub ini dua kali juara Piala Kaisar pada 2007 dan 2010 sebagai pemain.

Ketika bekerja sebagai pelatih Kashima Antlers, dia memberi dua gelar klub ini di Piala Super Jepang 2017 dan 2018.

Selain itu, Go Oiwa juga merupakan Pelatih Terbaik Asia edisi 2018.

2. Luis Milla

Sejak pisah dengan timnas Indonesia per akhir 2018, Luis Milla Aspas belum kembali bekerja menangani tim manapun.

Lelaki asal Spanyol ini juga masih sering mengunggah kegiatannya sebagai pelatih timnas Indonesia via akun Instagram pribadinya.

Banyak yang berasumsi, Luis Milla ingin kembali ke Indonesia dan berkiprah di Tanah Air.

Mantan gelandang bertahan dan ini harga kontraknya mencapai 56 ribu dolar AS atau setara Rp8 miliar semusim.

Isu yang berkembang, Persija sedang nego dengan Luis Milla untuk nilai kontrak ini.

3. Sergio Farias

Pandemi Covid-19 membuat Sergio Farias tak optimal mengasah taji Persija dan akhirnya pisah dengan Macan Kemayoran selepas Liga 1 2020 ditiadakan.

Kabarnya, Sergio Farias masih bersedia kembali ke Persija dengan sejumhlah syarat. Salah satunya membawa staf kepelatihannya dari Brasil.

Sayang, manajemen Persija kabarnya ingin Sergio Farias datang kembali ke Jakarta tanpa staf kepelatihan alias dikontrak sendiri saja.

Hal-hal itu yang membuat kans Sergio Farias kembali menjadi bagian klub kebanggaan tak mudah.

4. Alexandre Gama

Menurut kabar angin, pelatih asal Brasil ini masuk nominasi melatih Persija dengan alasan punya pengalaman segudang di sepak bola Asia, khususnya Thailand.

Mulai 2006, Alexandre Gama masuk Asia tepatnya Uni Emirat Arab saat dia bekerja untuk Al Wahda.

Dia juga pernah menjadi asisten pelatih klub Liga Korea, Gyeongnam FC pada 2009-2010. Lalu pada 2011, dia adalah asisten pelatih timnas Korea Selatan.

Masuk Asia Tenggara pada 2014 dan Buriram dari Liga Thailand atau 1 adalah tujuan pertamanya.

Klub inipun diantarkan dua kali juara Thai League 1 pada 2014 dan 2015.

Lalu ada sejumlah trofi juara lain dipersembahkan Alexandre Gama untuk Buriram yaitu Piala FA Thailand dan Piala Thailand musim 2015.

Saat menangani Chiangrai United, Alexandre Gama mempersembahkan dua trofi juara Piala FA Thailand (2017, 2018), Piala Thailand, serta Piala Super Thailand edisi 2018.

Selain itu, dia juga pernah menangani klub elite Liga Thailand lainnya, Muangthong United tetapi gagal memberi gelar juara.

5. Leonardo Vitorrino

Khususu nama Leonardo Vitorrino, pelatih asal Brasil yang sempat bermukim di Amerika Serikat ini pernah mengungkapkan keinginan punya karier di Indonesia.

Persija bisa jadi memanfaatkan pengalaman mantan kiper berusia 47 tahun kelahiran Rio de Janeiro ini.

Mulai 2011, dia masuk Asia saat bekerja untuk klub Liga Qatar, Al Gharafa.

Kemudian pada 2015–2016, Leonardo Vitorrino pernah menangani skuad B dari klub elite Liga Thailand, Buriram United.

Lanexang United dari Liga Kamboja ditanganinya pada 2016. Lalu, Leonardo Vitorrino menjadi pelatih timnas Kamboja pada 2017 meski hanya semusim.

Klub elite Liga Kamboja, Phnom Penh Crown FC juga pernah ditangani Leonardo Vitorrino.

Berita Terkait