3 Gelandang Jangkar yang Bisa Diandalkan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Pelatih Shin Tae-yong memanggil 36 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan proyeksi Kualifikasi Piala Dunia 2022. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya berperan sebagai gelandang jangkar.

Posisi gelandang bertahan atau gelandang jangkar sangat vital di lini tengah Timnas Indonesia. Pemain dengan posisi tersebut biasanya berperan sebagai pusat transisi permainan.

Tak sembarang pemain bisa menjalankan peran sebagai gelandang bertahan. Pesepak bola yang menghuni pos tersebut harus mampu membaca serangan lawan, memotong serangan lawan, sehingga harus melakukan pekerjaan ‘kotor’ berupa permainan keras dan kasar.

Gelandang bertahan biasanya memiliki postur tubuh yang kukuh untuk melakukan duel fisik dengan lawan. Selain itu, mereka juga dituntut untuk memiliki pergerakan lincah agar mampu mengimbangi alur serangan lawan.

Peran gelandang bertahan bakal menjadi kunci kesuksesan Timnas Indonesia. Apalagi pasukan Garuda bakal menghadapi lawan yang tak mudah, yakni Thailand (3/6/2021), Vietnam (7/6/2021), dan (11/6/2021). Namun, sebelumnya pasukan Shin Tae-yong itu akan menjajal Afghanistan (25/5/2021) dan Oman (29/5/2021) pada laga uji coba.

Lantas, siapa saja pemain-pemain yang sesuai dengan kriteria tersebut? Bola.com mencatat ada tiga gelandang jangkar yang mendapatkan panggilan dari Shin Tae-yong untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia proyeksi Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Ady Setiawan

Ady Setiawan untuk pertama kalinya mendapat kesempatan dipanggil ke Timnas Indonesia. Shin Tae-yong diyakini terkesan dengan penampilan pemain berusia 26 tahun itu bersama Persebaya Surabaya pada Piala 2021.

Bermain sebagai gelandang bertahan, Ady Setiawan tampil gemilang di lini tengah Persebaya. Dia tercatat tampil sebanyak lima kali dan turut menyumbang sebiji gol.

Meskipun punya postur yang mungil, Ady mampu memberikan peran maksimal di lini tengah. Ady Setiawan mampu mematikan dan memotong aliran serangan lawan.

Rahmat Irianto sejatinya memang berprofesi sebagai bek tengah. Namun, pemain Persebaya Surabaya itu bisa dijadikan sebagai gelandang bertahan.

Nama Rachmat Irianto memang sudah tidak asing, karena kerap mendapat panggilan dari timnas kelompok umur mulai U-19 hingga U-22. Adapun ini menjadi kesempatan untuk mencatatkan debut bersama timnas senior.

Rachmat Irianto dikenal sebagai pemain yang tangguh. Memiliki karakter keras dan mau melakukan apa saja untuk menghalau serangan lawan di lini tengah.

Bicara soal kualitas, Marc Klok tentu tak perlu diragukan lagi. Pada Piala Menpora 2021, pemain itu mendapatkan predikat pemain terbaik dan sukses membantu menjadi juara.

Marc Klok merupakan gelandang bertahan yang tangguh dan punya kemampuan mumpuni. Pemain berusia 28 tahun itu andal dalam membaca skema serangan lawan dan mematahkannya sebelum mencapai lini pertahanan.

Selain itu, Marc Klok juga merupakan pemain multitalenta. Dia bisa diandalkan dalam membangun serangan, mencetak gol hingga assist.

Berita Terkait