Regenerasi, Alasan PSIS Lepas Pemain Senior dan Tak Jor-joran Gaet Pilar Baru

Jelang menghadapi kompetisi Liga 1 2021-2022, Semarang berencana mengorbitkan pemain-pemain muda binaan mereka.

Berkaca dari 2021, PSIS tampil cukup apik meskipun mengandalkan banyak pemain muda.

Hal itulah yang menjadi pertimbangan CEO PSIS Semarang, , untuk memberi kesempatan pada pemain-pemain muda mereka pada kompetisi Liga 1 2021 yang rencananya akan bergulir 3 Juli mendatang.

Lelaki yang juga menjabat sebagai anggota DPR RI itu optimistis pemain-pemain muda tersebut mampu bersaing untuk memperebutkan tempat di starting line-up PSIS yang diasuh pelatih asal Serbia, Dragan Djukanovic.

Terbukti sejumlah pemain muda berkualitas milik PSIS pernah dipanggil memperkuat timnas U-19.

Beberapa pemain muda PSIS yang dipanggil itu antara lain bek sayap , striker muda Moh Bahril Fajar Fahreza, dan kiper .

Sementara pemain jebolan akademi PSIS yang berhasil menembus tim senior yakni Eka Febri Yogi Setiawan, Riski Fajar, dan Trisandika.

Sukawi menyebut hal tersebut merupakan sinyal yang positif bagi regenerasi timnya.

Sehingga ketika beberapa pemain seniornya hengkang, PSIS tidak kesulitan mencari pemain pengganti.

“Sebenarnya kami lepas pemain itu karena sudah berhasil mengorbitkan pemain akademi. Contohnya kami melepas Safrudin dan Abanda, terus terang posisi bek menumpuk,” kata CEO berusia 42 tahun dikutip dari laman Baru.

“Sekarang masih ada Arhan, Dewa, Hulk, dan yang lain-lain. Kalau yang senior-senior tidak kami lepas yang muda-muda nanti tidak dapat kesempatan. Itu memang niat kami begitu,” ia menambahkan.

Alasan itu pula yang membuat PSIS musim ini tidak memprioritaskan untuk merekrut pemain bintang dari tim lain.

“Tahun ini sebisa mungkin kami tahan pemain dari luar. Kami akan maksimalkan pemain binaan kami sendiri. Akan kami orbitkan mereka ke tim utama,” Yoyok memungkasi.

Berita Terkait