Bhayangkara FC Sebut Penghapusan Degradasi Punya Nilai Positif

Kompetisi musim 2021 kemungkinan tanpa degradasi, sebagaimana hal tersebut sempat ditetapkan oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada rapat virtual yang digelar awal pekan ini.

Rencana ini sontak menghadirkan berbagai pandangan negatif dari penggemar sepakbola . Penghapusan degradasi dinilai bakal menghilangkan hakikat dari kompetisi itu sendiri.

Berbagai klub pun berbeda pandangan soal rencana penghapusan degradasi, meski mengklaim bahwa rencana ini menyeruak lantaran klub mengirimkan surat permohonan kepada PSSI.

sebagai salah satu tim peserta Liga 1 punya pandangan soal kompetisi tanpa degradasi. Sumardji sebagai chief executive officer (COO) Bhayangkara melihat sisi positif, dan negatif.

Jika tidak ada degradasi, menurut Sumardji, otomatis klub jadi berani mengerahkan pemain muda. Hal ini nantinya bisa punya dampak bagus kepada generasi yang akan datang, karena ada kesempatan.

“Sehingga pemain muda dimungkinkan mendapatkan jam bermain yang lebih. Sehingga permainan mereka semakin meningkat. Paling terlihat dari sisi negatif tentu saja kompetisi menjadi kurang berkualitas,” ujar Sumardji.

Kompetisi tanpa degradasi sendiri belum pasti terjadi, karena PSSI menegaskan bahwa hal ini baru ditetapkan pada tahunan PSSI yang digelar di Jakarta, 29 Mei mendatang, yang juga jadi wadah klub menyampaikan suara.

Alasan utama kenapa degradasi dihapuskan adalah kondisi dunia yang belum terbebas dari pandemi virus corona, sehingga klub juga merasakan dampak dengan kesulitan finansial, dan persiapan yang tidak maksimal.

Bagaimana pun, penghapusan degradasi akan menghilangkan sporting merit and integrity yang merupakan dasar dari kompetisi itu sendiri. Penurunan kualitas sudah pasti jadi hal yang tak bisa dihindari jika liga digelar tanpa degradasi.

Beberapa klub sudah bersuara bahwa mereka tidak setuju dengan penghapusan degradasi, terutama klub-klub yang boleh dibilang memang sudah siap, seperti Bali , Persib Bandung, Borneo FC, hingga Persipura Jayapura.

“Kami sangat menolak kompetisi Liga 1 tanpa degradasi. Prinsip dasar dari kompetisi, yaitu sporting merit and integrity, harus dijalankan. Statuta FIFA dan mengatur dengan sangat jelas mengenai sporting merit and integrity,” kata , direktur Persib.

“Saya tidak ingin berkomentar mengenai klub lain. Tapi, PSSI atau [ Baru] harus menegakkan prinsip dasar kompetisi. Yaitu, sporting merit and integrity. Sporting merit and integrity diatur jelas kok di FIFA dan AFC.’’

Berita Terkait