Akibat Kalah Lotre, Pemain Persik Harus Rela Ganti Nomor Kebanggaannya

Pemain Kediri, harus merelakan nomor kebanggaannya karena kalah lotre dengan pemain lain.

Diketahui Antoni Putro Nugroho sebelumnya selalu selalu menggunakan nomor kebanggaannya, yaitu delapan.

Namun karena ada pemain lain yang juga selalu memakai nomor tersebut, akhirnya Antoni Putro Nugroho harus menentukan pengguna nomor itu dengan cara dilotre.

Kala itu kejadiannya bukan di , melainkan saat dirinya masih berbaju .

Pemain asal Bantul, Jogjakarta itu mengaku sudah memakai nomor delapan tidak hanya di klub tetapi juga di .

Hanya karena tidak mungkin ada dua pemain yang menggunakan nomor yang sama, maka harus ada satu pemain yang merelakan nomor tersebut dipakai orang lain.

Lewat lotre yang menjadi sebuah solusi, ternyata Antoni Putro Nugroho menjadi pihak yang kalah.

“Awalnya, favorit saya nomor delapan. Saya sering pakai saat membela timnas (),” katanya sepeti dikutip Bolasport.com dari laman resmi klub, Senin (10/5/2021).

“Untuk menentukan siapa yang pakai nomor 8, sampai harus dilotre. Saya kalah undian. Ya, akhirnya harus merelakan nomor 8,” ungkapnya.

Setelah kehilangan nomor punggungnya, Antoni Putro Nugroho tak serta merta memilih nomor secara acak.

Sebelumnya ia juga ingin menggunakan nomor punggung 7, tetapi karena sudah ada yang menggunakannya ia harus mencari nomor lain.

Ia mengaku sampai harus berkonsultasi dengan kedua orang tuanya untuk menentukan nomor baru untuknya.

Dari konsultasi tersebut, Antoni Putro Nugroho akhirnya mempunyai nomor tetap yang hingga saat ini terus melekat kepadanya.

“Saya minta pendapat orang tua. Kemudian disarankan pakai nomor 17. Akhirnya, saya pilih nomor itu sampai sekarang,” ucapnya.

Dengan menggunakan nomor barunya, Antoni Putro Nugroho merasa sangat nyaman.

Bahkan beberapa waktu lalu kala dirinya bermain di , pemain jebolan SUD Uruguay itu sempat menggunakan nomor lain.

Tetapi karena kurang nyaman, akhirnya ia merubah kembali nomornya menjadi yang saat ini ia gunakan.

“Saya merasa nyaman saja dengan nomor 17. Saya pernah coba pakai nomor 9 saat di PSS (Sleman), tapi tidak nyaman,” pungkasnya.

Berita Terkait