Menilik Potensi Pemain Liga 2 yang Nyempil di Timnas Indonesia: Memang Sudah Langganan Shin Tae-yong

Pelatih Timnas , telah memanggil 34 pemain untuk menjalani pemusatan latihan di Jakarta sebagai persiapan menghadapi laga tersisa babak 2022.

Mayoritas pemain yang ia panggil merupakan wajah-wajah yang sudah malang melintang maupun sedang naik daun di klub, terutama Liga 1.

Meski demikian, ada pula pemain dari tim kasta kedua yang ikut dijajal kemampuannya dalam pemusatan latihan kali ini. Ada dua nama pemain dari tim Liga 2 yang dipanggil Shin Tae-yong untuk ikut TC selama di Jakarta.

Mereka adalah Genta Alparedo asal dan Irfan Jauhari dari Persis Solo. Dengan usia yang masih muda, keduanya bakal mewarnai kekuatan sekaligus persaingan di tim Merah-putih.

Mereka tak gentar bersaing dengan para pemain senior atau para langganan di saat ini.

Tidak ada salahnya melihat kembali sepak terjang keduanya hingga mendapat kesempatan di Timnas Indonesia. Berikut ulasannya versi Bola.com:

Gebrakan Gelandang Kabau Sirah

Gelandang Semen Padang, Genta Alparedo masuk daftar 34 pemain yang dipanggil pelatih Shin Tae-yong untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia. Ia menjadi satu dari delapan eks Timnas Indonesia U-19 yang mendapatkan promosi ke tim senior.

Namanya juga sudah tidak asing buat pelatih Shin Tae-yong. Genta Alparedo sudah dua kali ikut pemusatan latihan Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih asal Korea Selatan itu.

Genta merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia U-19 yang mengikuti TC di Spanyol pada Desember 2020. Ia juga dipercaya promosi ke proyeksi SEA Games 2021 dan ikut TC pada Februari 2021.

Genta bisa diandalkan sebagai gelandang serang hingga sayap kiri. Sebagai pemain muda, Genta mengaku nyalinya tak ciut untuk berhadapan dan bersaing dengan pemain senior. Ia punya tekad besar bersaing dengan pemain dari klub Liga 1 hingga luar negeri demi menembus skuad inti Timnas Garuda.

“Kita sama-sama bermain bola, cuma beda umur dan tahun kelahiran. Jadi, rasanya saya cukup yakin untuk berhadapan dengan pemain senior,” kata Genta Alparedo belum lama ini.

Pemain kelahiran Padang, 7 Oktober 2021 ini sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari untuk bisa tampil maksimal pada pemusatan latihan Timnas Indonesia. Fokusnya adalah meningkatkan kualitas fisik yang selama ini diinstruksikan oleh pelatih Shin Tae-yong.

“Coach Shin Tae-yong itu kerja keras dan disiplin. Latihan harus penuh semangat dan berjuang di lapangan. Persiapan saya latihan di rumah dan dengan latihan di gym serta fitness kemudian juga joging setiap sore,” tuturnya.

Ketajaman Striker Persis Solo

Sementara satu pemain lainnya yang berasal dari tim Liga 2 adalah Irfan Jauhari. Pemuda asal Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang mengundang perhatian dari Bali dari hasil kompetisi Piala Soeratin. Bakatnya dipagari oleh Bali United dengan kontrak berdurasi tiga tahun.

Nama Irfan mulai dikenal ketika mencetak gol ke gawang Arsenal U-18 dan Real Madrid U-18 pada ajang Bali U-20 International Cup 2019. Saat itu, Irfan masuk ke dalam skuad Indonesia Allstar U-20 dengan sukses mencetak gol ke gawang Real Madrid dan Arsenal.

Selain di Bali United, Irfan Jauhari juga masuk dalam daftar pemain kesukaan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-19 sejak tahun lalu. Ia masuk proyeksi untuk tim yang sebenarnya dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20 dan U-19. Ia selalu dipanggil dalam pemusatan latihan di Eropa.

Saat ini, Irfan resmi menjadi bagian dari Persis Solo. Tim kebanggaan kota Bengawan yang punya target tinggi untuk segera promosi ke Liga 1.

Irfan Jauhari merupakan pemain multifungsi. Selain dapat bermain melebar, winger berusia 20 tahun itu juga bisa diplot sebagai penyerang. Peran penyerang pernah dilakoni Irfan Jauhari semasa pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di Kroasia pada Agustus-Oktober 2020.

Dimainkan dalam dua posisi itu, Irfan Jauhari selalu memberikan penampilan yang terbaik. Ia pun mendapat kesempatan oleh Shin Tae-yong untuk naik kelas ke Timnas Indonesia.

Sebagai winger, Irfan Jauhari biasa dimainkan di sisi kiri. Dengan kaki kanannya, ia bisa menusuk ke tengah lapangan atau beradu lari dengan pemain lawan. Ia juga dikenal denan permainan ngotot tanpa menyerah dalam memenangi duel saat melewati pemain. (Bola.com)

Berita Terkait