Liga 1 tanpa Degradasi, Aji Santoso: Rawan Pengaturan Skor

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, turut angkat bicara terkait kabar penghapusan sistem degradasi di Liga 1 2021.

Seperti diketahui, belum lama ini hasil rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI membahas soal penghapusan sistem degradasi Liga 1 musim ini.

Bahkan PSSI mengklaim sebanyak 13 dari 18 klub Liga 1 yang memohon agar kompetisi musim ini digelar tanpa degradasi karena alasan ekonomi.

Saat berbincang dengan BolaSport.com, anggota Exco PSSI, Yoyok Sukawi mengatakan bahwa rencana penghapusan degradasi itu hanya berlaku untuk musim ini, tapi tidak dengan format promosi.

Dengan aturan itu maka akan ada dua tiket untuk naik kasta bagi kontestan Liga 2, sehingga dengan formula itu maka musim depan akan menjadi 20 tim.

Terkait wacana tersebut tak sedikit klub yang menyuarakan tidak setuju begitu pula para pecinta sepak bola yang satu suara.

Aji Santoso juga menilai wacana tersebut dinilai tak masuk akal dan menurutnya pertandingan tak akan seru.

Apalagi Liga 1 direncanakan bakal berlangsung dengan format penuh, maka rencana tersebut hanya akan membuat para peserta tidak semangat.

“Kalau Liga 1 digelar tanpa adanya degradasi itu intinya ya kurang seru,” ujar Aji Santoso kepada BolaSport.com, Sabtu (8/5/2021).

Mantan pelatih Persela Lamongan itu bahkan mengungkapkan kekhawatirannya apa yang akan terjadi apabila Liga 1 digelar tanpa degradasi.

Juru taktik tim berjulukan Bajul Ijo tersebut menilai bahwa nantinya kompetisi berjalan tidak sehat dan akan banyak pengaturan skor.

Alasan utama pasti karena akan ada beberapa tim yang ingin merasakan naik kasta.

“Iya, jadi menurut saya akan lebih baik apabila ada degradasi. Karena kalau ditiadakan itu akan rawan pengaturan skor,” tuturnya.

Oleh karena itu, Aji Santoso berharap agar PSSI kembali mempertimbangkan hal itu agar pertandingan nantinya bisa berjalan dengan sehat.

Meski rencana tanpa degradasi sudah diungkapkan oleh PSSI, tetapi terkait hal itu belum menjadi keputusan resmi.

Hal ini sebab rencana tersebut akan dibahas dan diputuskan dalam kongres tahunan PSSI yang dijadwalkan bergulir pada 29 Mei mendatang.