Sudah Teruji di Piala Menpora, PSIS Bakal Kembali Andalkan Cah Enom di Liga 1

PSIS Semarang tak akan terlalu banyak melakukan perubahan dalam komposisi skuadnya di Liga 1 2021. Apalagi, cah-cah enom alias pemain muda , sudah teruji di .

CEO PSIS Sukawi mengatakan, hadirnya pemain-pemain muda jebolan dari akademi menjadi hal yang positif untuk regenerasi tim, terutama saat harus kehilangan pemain yang pindah ke klub lain.

“Tahun ini sebisa mungkin kami tahan pemain dari luar. Kami akan maksimalkan pemain hasil binaan kita sendiri. Akan kami orbitkan mereka ke tim utama,” terang , Kamis (6/5/2021).

Tim berjulukan Mahesa Jenar secara umum tampil menawan hingga melaju hingga ke babak delapan besar Piala Menpora.

PSIS juga menjadi tim paling produktif di babak penyisihan grup dan hanya kalah beruntung saat menjalani babak adu penalti di babak delapan besar kontra .

Ini merupakan pencapaian bagus mengingat PSIS mengandalkan pemain lokal.

Tim pujaan Panser Biru dan Snex tersebut juga berhasil mengoptimalkan deretan pemain mudanya. Seperti Alfeandra Dewangga, Riyan Ardiansyah, Pratama Arhan, Eka Febri, Bahril Fahreza, dan Farrel Arya Trisandika. Mereka masih sangat muda, di bawah usia 20 tahun.

Rata-rata mereka adalah jebolan akademi PSIS Semarang yang diklaim memiliki kemampuan dan potensi besar. Hal ini membuat manajemen PSIS optimistis para pemain muda tersebut mampu bersaing kendati masih minim jam terbang.

Diketahui, belum lama ini, empat pemain PSIS Semarang mengundurkan diri dan segera mencari klub baru. Mereka adalah , Safrudin Tahar, , dan Fadli.

Pemain-pemain senior yang sudah resmi keluar sebelum Liga 1 musim ini berjalan yakni Safrudin Tahar dan Abdul Abanda Rachman. Dua pemain lain juga sudah menyatakan mundur dari PSIS yakni Soni Setiawan dan .

“Sebenarnya kami melepas pemain itu karena kita sudah berhasil mengorbitkan pemain akademi. Beberapa pemain muda sudah bisa bersaing dan matang masuk tim utama,” kata Yoyok.

“Kalau yang senior-senior tidak kami lepas yang muda-muda nanti tidak dapat kesempatan. Itu memang kita begitu,” lanjut Yoyok Sukawi.

Berita Terkait