PSSI Klaim Mayoritas Klub Setuju Liga 1 2021 tanpa Degradasi

Anggota Komite Eksekutif (Exco) , Sukawi mengklaim 13 dari 18 klub peserta 2021 bersurat agar kompetisi musim ini digelar tanpa degradasi.

PSSI rencananya akan menghapus sistem degradasi di Liga 1 musim ini tapi promosi tim tetap ada.

Saat berbincang dengan BolaSport.com, mengatakan ada 13 klub yang mengajukan surat permohonan saat terkait sistem degradasi Liga 1.

bahkan tak hanya menerima surat permohonan dari peserta Liga 1 saja, tetapi juga dari klub Liga 2.

Permohonan kompetisi digelar tanpa degradasi tentu saja karena alasan pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Jadi waktu rapat Exco PSSI ada surat masuk dari 13 klub Liga 1 dan 16 klub Liga 2 itu memohon kompetisi 2021 tanpa degradasi terlebih dahulu karena masih masa pandemi,” ujar Yoyok Sukawi kepada BolaSport.com, Kamis (6/5/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai CEO itu mengatakan bahwa dihapuskannya sistem degradasi musim ini karena PSSI masih berpedoman dengan regulasi musim lalu.

Seperti diketahui, sebelumnya diputuskan tanpa degradasi pada Oktober lalu dan keputusan tersebut telah diputuskan bersama.

Oleh karena itu, pada rapat Exco PSSI pada 3 Mei 2021 memutuskan Liga 1 musim ini tanpa degradasi dengan menggunakan regulasi tahun lalu.

Meski tanpa degradasi nantinya ada dua tim yang tetap mendapatkan promosi atau naik kelas dari Liga 2.

Maka nantinya peserta Liga 1 musim depan akan dihuni oleh 20 tim.

Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi (kiri), Waketum PSSI Iwan Budianto (tengah), dan anggota Exco PSSI Yoyok Sukawi (kanan) dalam sosialisasi Youth Fun Juggling Competition di Trans Covention Centre, Bandung.

pssi.org

Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi (kiri), Waketum PSSI Iwan Budianto (tengah), dan anggota Exco PSSI Yoyok Sukawi (kanan) dalam sosialisasi Youth Fun Juggling Competition di Trans Covention Centre, Bandung.

“Jadi tetap ada promosi dari Liga 2 ke Liga 1, begitu juga dari Liga 3 juga akan ada promosi. Tetapi degradasinya ditiadakan dulu selama satu tahun,” ucap Yoyok.

“Jadi konsepnya sama seperti Liga Jepang. Jepang saja bisa kok masa kita tidak boleh. Kasihan klubnya kalau disuruh mati-matian tidak ada sumber dana dan bangkrut semua.”

Namun, Yoyok menegaskan bahwa keputusan sistem degradasi tersebut masih akan dibahas dalam kongres tahunan PSSI yang akan digelar pada 29 Mei mendatang.

Menurutnya keputusan Exco PSSI setuju bukan hanya keputusan sepihak PSSI tetapi ini menghimpun desakan dari mayoritas klub.

Masalah ekonomi di tengah pandemi menjadi alasan utama degradasi dihapuskan.

“Pembahasan, pengesahan keputusan itu semua tetap di kongres. Karena waktu rapat Exco itu ada 13 klub Liga 1 dan Liga 2 memohon itu, makanya kami naikkan itu ke kongres,” tuturnya.

“Jadi belum keputusan resmi ini. Tapi ini mayoritas klub yang minta rata-rata tanpa degradasi.”

Berita Terkait