Rans Cilegon FC Mungkin Coret Tarik El Janaby

Peluang Tarik El Janaby, untuk membela Rans Cilegon FC pada musim ini masih menjadi tanda tanya. Penyebabnya, karena ia belum mengantongi paspor Indonesia.

Tarik masuk daftar pemain yang diperkenalkan Rans Cilegon FC untuk Liga 2 musim ini. Padahal, ia belum menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Keadaan tersebut yang membuat Tarik belum pasti bermain di Rans Cilegon FC. Hal ini karena Liga 2, menerapakan regulasi yang melarang klub menggunakan pemain asing.

Saat ini Tarik sedang mengurus proses naturalisasi. Hanya saja, tidak diketahui kapan pesepakbola asal Maroko tersebut resmi menjadi WNI.

“Prosesnya sudah dimulai sebelum gabung Rans Cilegon. Sekarang kami tunggu. Mudah-mudahan dan bisa selesai cepat,” kata COO Rans Cilegon FC Darius Sinathrya.

“Kami harap cepat sehingga sebelum batas pendaftaran pemain, proses itu sudah selesai. Jadi Tarik bisa kami daftarkan. Prosesnya saya tak bisa bilang nanti bisa dicek sama yang berwenang,” Darius menambahkan.

Darius menyatakan bila sampai pendaftaran pemain ditutup, Tarik masih belum menjadi WNI bakal dicoret. Walau, ia mengaku tenaga gelandang berusia 36 tahun tersebut dibutuhkan Rans Cilegon FC.

“Ya kalau belum jadi WNI belum bisa kami daftarkan. Ada banyak pertimbangan, dari kebutuhan tim dan lain-lainnya. Pelatih bilang dari kemampuan masih bisa untuk Liga 2 dan bimbing adik-adiknya,” ucapnya.

“Karena agak sulit cari pemain berkarakter seperti Tarik. Tapi balik lagi, yang namanya aturan tetap aturan. Harus kami ikuti,” suami Donna Agnesia tersebut melanjutkan.

Rans Cilegon FC jadi satu di antara klub Liga 2 yang sudah melakukan persiapan. Pasukan Bambang Nurdiansyah tersebut secara rutin menggelar latihan.

Bahkan, Rans Cilegon FC sudah menjajal klub Liga 1 Persita Tangerang, beberapa hari lalu. Hasilnya, kesebelasan yang sebelumnya bernama Cilegon United tersebut takluk dua gol tanpa balas.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.