General Manager Arema FC: Suporter Itu Kritiknya Melebihi yang Punya Perusahaan

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo merespons positif tagar #ruddyout yang bertebaran di kolom komentar Instragram resmi Arema FC di beberapa hari terakhir.

Ruddy Widodo menganggap, saran dan kritik yang dilontarkan Aremania merupakan seni dan risiko yang mesti siap dihadapi pengelola klub sepak bola, termasuk Arema FC.

Ruddy Widodo pun memilih menganggap setiap saran dan kritikan yang datang sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras dan memberikan yang terbaik bagi Arema FC.

“Alhamdulillah berarti kita masih terus diperhatikan. Bukan sekali ini saja saya diminta mundur,” ujar Ruddy Widodo, dikutip dari laman resmi Arema FC.

“Saat prestasi klub kurang bagus, nama saya dibentangkan di Jalan Basuki Rahmat, saya anggap itu bentuk perhatian mereka kepada kita. Itu kami anggap semangat,” Ruddy Widodo menambahkan.

Pengalaman, diakui Ruddy, menjadi bekal yang berharga untuk menghadapi tekanan dari suporter sehingga ia dapat berpikir positif dan bijak menyikapi kritik-kritik yang datang.

Ia telah merasakan masa-masa dianggap tidak becus akibat prestasi klub sedang terpuruk. Juga sudah menikmati disanjung bak raja kala tim sukses meraih kemenangan atau jadi juara.

“Pokok lek kecewa, suporter itu kritiknya melebihi yang punya perusahaan, kita dianggap ndak becus. Sebaliknya kalau menang kayak raja. Sekali lagi kita harus positif thinking,” ucap Ruddy.

Terkait kondisi Singo Edan, julukan Arema FC, ia menyebut klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan, Malang itu masih berada dalam jalur yang benar.

Program-program yang dijalankan tim dan manajemen merupakan hasil dari evaluasi sekaligus proyeksi klub dalam menatap kompetisi Liga 1 2021-2022.

Ruddy tak sepakat jika Arema FC dianggap lamban dalam memenuhi kebutuhan tim. Sang Manajer Umum menilai, klubnya hanya lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

“Sampai hari ini, di Arema semua masih on the track, bukan lamban dalam pergerakan memenuhi kebutuhan tim,” kata Ruddy.

“Sebab, kita juga mesti hati hati jangan sampai terjadi tahun yang lalu, tiba-tiba kompetisi terhenti di pekan ketiga.”

“Maka, soal skema perjanjian kontrakpun mesti teliti, jika dikhawatirkan kita menghadapi situasi yang sama,” ia memungkasi.

Adapun Ruddy dan semua staf manajer Arema FC mengaku siap mengundurkan diri jika hal itu merupakan keputusan dari pimpinan direksi klub.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.