Pelatih Ansan Greeners Galau Lepas Asnawi Mangkualam Bahar Ke Timnas Indonesia

Pelatih Kim Gil-sik mengaku berat hati melepas untuk bergabung ke timnas yang melakukan pemusatan latihan (TC) sebagai persiapan menghadapi kualifikasi di Uni Emirat Arab (UEA) pada bulan depan.

Nama Asnawi masuk ke dalam daftar 34 pemain untuk mengikuti TC timnas. Meski TC sudah dimulai, Asnawi dipastikan tidak bisa bergabung dalam waktu dekat. Manajemen dan Gil-sik baru melepas Asnawi setelah pertandingan pekan ke-12 melawan Jeonnam Dragons pada 17 Mei.

Dengan demikian, Asnawi kemungkinan besar baru bergabung dengan di Dubai bersama Elkan Baggott dan , mengingat TC di Jakarta berlangsung hingga 10 Mei.

“Saya sudah bicara dengan pelatih Shin Tae-yong, dan pada tanggal 17 setelah pertandingan tandang ke Jeonnam selesai, Asunawi baru bergabung dengan Indonesia,” ujar Gil-sik dikutip laman Sports-G sebelum pertandingan melawan Seoul E-Land yang berujung kepada cederanya Asnawi.

Kendati demikian, Gil-sik mengaku dirinya merasa berat harus melepas Asnawi ke timnas. Apalagi sang pelatih belum mendapat kepastian mengenai waktu kembalinya Asnawi ke Ansan setelah memperkuat timnas.

Ansan terancam kehilangan Asnawi hingga Juli bila mengikuti peraturan pemerintah Korsel dalam menerapkan protokol kesehatan terkait pandemi virus Corona. Bila timnas Korsel bertanding di luar negeri, pemain hanya menjalani karantina selama lima hari ketika tiba di Seoul.

Sebaliknya, meski Asnawi tampil memperkuat timnas Indonesia di kualifikasi 2022 yang dilakukan secara terpusat, ia tetap dianggap sebagai warga negara asing, sehingga harus menjalani karantina selama 14 hari. Mengingat pertandingan terakhir Grup G pada 15 Juni, Asnawi baru bisa bergabung dengan Ansan pada awal Juli.

“Jadwal bergabung kembali, atau apakah akan mengisolasi diri setelah kembali ke Korea belum ditentukan. Secara pribadi, saya tidak ingin mengirim dia ke tim nasional. Di lain sisi, jika Asunawi kembali dengan lebih percaya diri, saya pikir itu akan membantu tim,” ucap Gil-sik.

Selain itu, keberatan lainya adalah performa Asnawi yang makin bagus. Gil-sik mengatakan, adaptasi mantan penggawa itu dengan persepakbolaan Korea Selatan lebih cepat dari perkiraan.

“Saya bersyukur Asnawi telah beradaptasi dengan liga lebih baik dari yang saya perkirakan sebelumnya. Jadi saya berterima kasih [kepada Asnawi] dari sudut pandang seorang pelatih,” ucap Gil-sik.

Berita Terkait