Cerita Ketum The Jakmania Melawan Covid-19, Sempat Koma Tiga Hari

Ketua Umum , Diky Soemarno, berbagi cerita pengalamannya terpapar Covid-19.

Diky Soemarno mengatakan bahwa ia sempat tidak sadar diri saat berjuang melawan Covid-19.

Dilansir BolaSport.com dari akun instagramnya, Diky Soemarno mengatakan bahwa sebelum terkena Covid-19, ia sempat divaksin.

Ini pertama yang diberikan ke Diky Soemarno.

Diky Soemarno mendapatkan vaksin pada Senin (5/4/2021).

Setelah divaksin, ia tetap melakukan aktivitas biasa seperti bekerja.

Dua hari kemudian, kondisi badan Diky Soemarno drop dengan gejala demam tinggi dan badan lemas.

Di hari yang sama, ia pun memutuskan untuk ke Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan, untuk meminta infus vitamin C.

“Di RS Mayapada, saya diharuskan swab antigen dan hasilnya positif Covid-19.”

“Lalu saya lanjut swab test PCR dan hasilnya juga positif,” ucap Diky Soemarno.

Melihat virus sudah menyerang tubuhnya, Diky Soemarno langsung memutuskan untuk ke RS Siloam, Mampang, Jakarta Selatan, pada Kamis (8/4/2021).

Di sana, ia mendapatkan perawatan di kelas biasa selama beberapa hari.

Keadaan Diky Soemarno rupanya semakin memburuk.

Ia mengaku mengalami demam, diare, dan nafas pendek.

“Hingga akhirnya hari ke-5, saya dibawa ke ruang HCU. Di sana saya tidak lama, hanya beberapa jam saja,” kata Diky Soemarno.

“Saya langsung dibawa ke ruang ICU di atas HCU karena saturasi oksigen yang buruk,” ucap pria berkacamata itu.

Di ruang ICU, Diky Soemarno mendapatkan perawatan selama dua hari.

Dokter memutuskan untuk memberikan alat bantu pernafasan ke pria berusia 34 tahun tersebut.

“Akhirnya saya pakai alat bantu pernafasan dan tidak sadarkan diri selama tiga hari,” kata Diky Soemarno.

Setelah melewati masa kritis itu, Diky Soemarno akhirnya bisa kembali sadar.

Ia pun dipindahkan lagi dari ruang ICU ke HCU.

Tak lama kemudian, ia dipindahkan lagi ke kamar biasa untuk mendapatkan perawatan.

Diky Soemarno pun dipersilahkan untuk isolasi mandiri pada Sabtu (24/4/2021).

“Berarti sekitar 16 hari saya berada di rumah sakit,” kata Diky Soemarno.

Diky Soemarno pun berpesan kepada masyarakat Indonesia terutama The untuk tetap menjaga kesehatan.

Menurutnya Covid-19 itu benar-benar ada dan sangat menyiksa.

Covid-19 dinilai tidak hanya menyerang fisik tapi juga psikis.

Lalu setelah mendapatkan , lebih baik istirahat dan tetap waspada.

“Vaksin itu penting, saya aja yang bandel dan tetap beraktivitas berlebihan.”

Perjalanan Diky Soemarno melawan Covid-19 membuat memberikan dukungan penuh di 2021.

Macan Kemayoran bertekad mempersembahkan gelar juara demi Diky Soemarno.

Akhirnya tekad itu didapatkan Persija Jakarta.

Riko Simanjuntak dkk berhasil menang melawan dengan skor agregat 4-1 di final Piala 2021 yang digelar sebanyak dua kali.

“Dikesempatan ini juga saya selalu bersyukur bahwa banyak orang-orang baik di sekeliling saya yang selalu memberikan dukungan dan doa.”

“Buat kalian, tetap patuhi protokol kesehatan. Jangan main-main. Kesehatan itu serius biar kalian tidak mengalami apa yang saya rasakan koma tiga hari.”

“Alhamdulillah saya sudah negatif Covid-19 pada 29 April 2021 dan mulai 3 Mei 2021, saya sudah mulai berpuasa lagi, Alhamdulillah,” tutup Diky Soemarno.

Berita Terkait