Shin Tae-yong Bantah Ikut Bantu Proses Naturalisasi Gelandang Korsel Milik Bhayangkara Solo FC

Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong membantah jika ia turut membantu proses Gelandang Korea Selatan milik Bhayangkara FC, Lee Yu-jun.

Sebelumnya, diberitakan oleh BolaSport.com jika Bhayangkara Solo FC telah coba menaturalisasi Lee Yu-jun pada Februari 2021.

Pemain berusia 31 tahun itu sudah membela Bhayangkara Solo FC sejak 2017 dan mencetak empat gol.

Menurut pihak klub yang diwakili sang manajer, proses naturalisasi Lee Yu-jun pun sejatinya sudah berjalan sejak 2020.

Akan tetapi lantaran terganjal pandemi COVID-19, proses naturalisasi terhenti dan kini telahmasuk dalam tahap akhir.

“Proses naturalisasi Lee Yu-jun sekarang sudah tahap final ya,” kata manajer Bhayangkara Solo FC, I Nyoman Yogi, kepada BolaSport.com pada Februari 2021 lalu.

“Kami memang sudah mengajukan namanya sejak lama,” tambahnya.

Lee Yu-jun pun sempat menjadi andalan Bhayangkara Solo FC dalam ajang Piala 2021.

Sayangnya, kiprah sang pemain tak lama seiring dengan kegagalan The Guardian melangkah ke babak 8 besar Piala Menpora 2021.

“Kalau memang prosesnya bisa selesai sebelum Piala Menpora, kami daftarkan dia sebagai pemain naturalisasi,” kata Nyoman Yogi.

“Tetapi kalau belum ya untuk sementara ini statusnya pemain asing.”

“Kami berharap proses naturalisasi Lee Yu-jun bisa selesai sebelum 2021 dimulai,” tambahnya.

Kini berselang dua bulan dari kabar tersebut atau setelah Piala Menpora 2021 berakhir, Shin TAe-yong buka suara terkait proses naturalisasi Lee Yu-jun.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut membantah telah membantu Lee Yu-jun dalam proses naturalisasi menjadi warga negara Indonesia.

“Saya sama sekali belum pernah cerita seperti itu,” ucap Shin Tae-yong dikutip BolaSport.com dari Sports Seoul.

Shin Tae-yong juga membantah rumor tak sedap bila ia mengejar proyek naturalisasi untuk memperbaiki kualitas timnas Indonesia, seperti halnya untuk pemanggilan ke TC Timnas Indonesia kali ini.

Pelatih berusia 51 tahun itu menjelaskan jika Marc Klok memang telah dinaturalisasi sejak Oktober 2020 dan pemanggilannya adalah murni karena ia sudah melihat kualitasnya di liga.

“Itu adalah pemahaman yang keliru,” ujar Shin Tae-yong.

“Klok telah lama aktif di Indonesia dan memenuhi semua syarat naturalisasi.”

“Dia melakukan naturalisasi di level klub dan memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada Oktober tahun lalu.”

“Saya menonton , dan saya melihat Klok.”

“Saya dengar dia adalah pemain naturalisasi dan (sekarang) memilihnya (untuk TC bersama Timnas Indonesia),” tambahnya.

TC Timnas Indonesia digelar guna menyiapkan skuad untuk tiga laga sisa zona Asia grup G.

Timnas juga akan melakoni laga ujicoba melawan Afghanistan dan Oman pada 25 dan 29 Mei mendatang.

Berita Terkait