Cegah Insiden Merugikan di Liga 1 2021, Manajemen Arema Janji Bertemu Suporter

mempersiapkan antipasi supaya insiden yang melibatkan di Jakarta dan Bandung setelah 2021 tidak terjadi di Malang. Singo Edan berencana bertemu dengan suporter dan membahas langkah antisipasinya.

Piala 2021 sudah berakhir pada 25 April. Secara teknis, berjalan sesuai mulus. Protokol kesehatan yang diterapkan juga bisa dijalankan maksimal.

Tapi ada satu hal yang jadi catatan, terkait dua pengumpulan massa setelah partai final Jakarta melawan yang berlangsung di Stadion , Solo.

Di Jakarta, fans Persija sempat melakukan pawai. Sementara di Bandung, fans Persib melakukan pelemparan ke kantor klub, gara-gara kecewa lantaran timnya kalah di final.

Dua insiden tersebut menjadi catatan tersendiri. Penyelenggara dan klub bertekad ikut meredakan aksi yang kemungkinan bisa terjadi di .

Arema FC, salah satu klub yang punya basis suporter besar di Tanah Air juga ikut melakukan antisipasi. Mereka tidak ingin kejadian di Bandung dan Jakarta terulang di Malang, meskipun sampai saat ini aksi masih kondusif.

“Saat Liga 1 2021 nanti digelar, suporter pasti yang akan jadi perhatian Persija, Persija, Persebaya dan termasuk Arema. Nanti, kami harus kumpulkan dan sharing dengan suporter untuk melakukan sejumlah antisipasi,” jelas General Manager Arema, Ruddy Widodo, Jumat (30/4/2021).

“Suporter tak akan kecewa timnya kalah asal sudah bermain mati-matian. Tapi kami tetap khawatirkan fanatisme berlebihan dalam mengungkapkan kekecewaan,” imbuh Ruddy Widodo.

Manajemen Arema sudah cukup lama tidak duduk bersama dengan Aremania. Biasanya suporter lebih sering menggelar pertemuan dengan panpel dan pihak keamanan untuk koordinasi terkait pertandingan.

Bisa jadi, sharing manajemen dengan Aremania jelang Liga 1 bisa membuat mereka lebih solid. Arema memang butuh pendekatan lagi dengan suporter setelah jumlah penonton di stadion menurun setiap tahunnya.

Perlu diketahui, pemerintah sudah memberikan lampu hijau agar Liga 1 bisa digelar dengan penonton di stadion. Penyelenggara dan klub bertekad memberikan sosialisasi kepada suporter untuk tidak membuat noda. Jika ada insiden, dikhawatirkan rencana menggelar Liga 1 dengan penonton bisa dibatalkan.

Berita Terkait