Jika Suporter Berulah Lagi, Persija Jakarta Cabut dari Liga 1

Jakarta mempertimbangkan keikutsertaan mereka di Liga 1 jika kerumunan terulang. Terkini, manajemen baru saja menghadap Polda Metro Jaya.

Jakmania merayakan keberhasilan Persija menjuarai Piala 2021 dengan konvoi ke jalan pada, Minggu (25/4/2021). Di tengah wabah virus corona, aksi itu jelas dikhawatirkan akan menimbulkan klaster.

Hal semacam itu pula yang membuat Polri sempat enggan memberikan izin penyelenggaraan sepakbola. Polda Metro Jaya pun memanggil manajemen Persija Jakarta pada, Kamis (29/4/2021), untuk menjelaskan terkait turunnya suporter mereka ke jalanan.

“Pada kesempatan ini, kami ingin mengimbau sekaligus mengingatkan kita semua. Jika pandemi COVID-19 ini belum berlalu, dan keselamatan kita semua tetap menjadi prioritas utama,” kata Presiden Persija, dalam rilis klub.

“Pemeriksaan Polda Metro Jaya terhadap Persija itu terkait kerumunan kemarin. Ya jadi kami jelaskan apa yang bisa kami jelaskan,” ujarnya menjelaskan.

Ulah suporter bikin Piala Menpora yang sebenarnya berjalan lancar dan tertib pun akhirnya tercoreng karena kejadian itu. Dikhawatirkan pula izin kompetisi bakal tertahan lagi.

Sebagai jaminan kepada Polda, Persija Jakarta berani pasang badan. Demi menghindari hal serupa tak terulang, Macan Kemayoran bisa saja mundur dari kompetisi agar suporter bisa menahan diri tak merugikan klub.

“Sebagai Presiden klub Persija, saya akan mengajukan ke manajemen untuk mempertimbangkan posisi Persija di Liga 1 2021 apabila ada kegiatan yang melanggar protokol kesehatan seperti kemarin,” ujar Prapanca.

Bukan cuma Jakmania yang melanggar protokol kesehatan setelah laga . Oknum suporter juga meluapkan kekecewaan mereka dengan menyerang Graha seusai Maung Bandung kalah dua kali dalam final dua leg.

Berita Terkait