Gelar-gelar Juara yang Ada dalam Genggaman Otavio Dutra

Kesuksesan Otavio Dutra mengantarkan Persija Jakarta merengkuh gelar juara Piala Menpora 2021 mengukuhkan dirinya sebagai pemain naturalisasi dengan gelar juara terbanyak.

Sejak memulai karier di Indonesia pada 2010, pemain kelahiran Brasil tersebut total sudah empat kali juara bersama klub yang berbeda.

Otavio Dutra masuk ke Indonesia pada tahun 2010 yang menjadi awal musim 2011.

Dia bergabung dengan Persebaya Surabaya 1927 (sekarang Persebaya Surabaya) yang saat itu berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI) 2011.

Terlepas dari kontroversi LPI dan PSSI debutnya di Indonesia berjalan dengan sangat mulus.

Dia sukses mendapatkan kepercayaan sebagai benteng utama Bajul Ijo yang saat itu di bawah kepelatihan Aji Santoso.

Sayangnya, kontroversi yang terjadi membuat LPI harus disudahi lebih cepat sampai di putaran pertama saja.

Persebaya Surabaya 1927 yang berada di puncak klasemen pun dinobatkan sebagai juara dari total 19 kontestan lain. Gelar tersebut menjadi gelar pertama Otavio Dutra di Indonesia.

Gelar kedua Dutra ditorehkan bersama dengan Persipura Jayapura pada Indonesia Super League (sekarang Liga 1) tahun 2013.

Tidak hanya mengantarkan Mutiara Hitam menjadi juara, pemain kelahiran Fortaleza, Brasil, tersebut berhasil memecahkan rekor sebagai bek dengan koleksi gol terbanyak, yakni 10 gol.

Torehan prestasi Otavio Dutra berlanjut pada 2017. Kali ini dia bersama dengan Bhayangkara FC berhasil menjadi kampiun Liga 1 di edisi pertamanya, sekaligus mengukuhkan namanya sebagai bek papan atas di Liga Indonesia.

Dia sebenarnya punya beberapa kesempatan lain memperbanyak koleksi trofinya. Di musim 2019, Dutra nyaris saja menyabet juara Piala Presiden bersama Persebaya Surabaya.

Sayang, Bajul Ijo harus puas finis di posisi runner-up setelah kalah dari Arema FC di partai final.

Semusim berselang, Otavio Dutra kembali kembali terpeleset di langkah terakhir dalam perebutan gelar juara Piala Gubernur Jatim 2020.

Ironisnya, dia yang berseragam Persija Jakarta kalah itu tumbang 4-1 dari mantan timnya Persebaya Surabaya di partai final.

Atas pencapaian tersebut, Otavio Dutra mengembalikan semuanya kepada Yang Kuasa.

Dia sangat bersyukur semua kerja kerasnya membuahkan hasil dan yang paling penting bersyukur diberikan kesempatan main di Indonesia.

“Ya benar, saya diberkati oleh Tuhan, apalagi saya kerja keras dengan teman-teman,” ujarnya kepada Kompas.com.

Pemain naturalisasi Persija Jakarta Otavio Dutra saat final leg kedua Piala Menpora 2021 melawan Persib Bandung yang berakhir 1-2 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (24/4/2021) malam WIB.

Pemain naturalisasi Persija Jakarta Otavio Dutra saat final leg kedua Piala Menpora 2021 melawan Persib Bandung yang berakhir 1-2 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (24/4/2021) malam WIB.(KOMPAS.com/Suci Rahayu)

“Saya juga mencintai Indonesia dan saya sangat bersyukur Tuhan membawa saya ke sini,” katanya.

Otavio Dutra mengakui tidak memiliki sesuatu yang spesial di balik kesuksesannya tersebut. Dia mengatakan kerja keras dan kesungguhan menjadi yang utama untuk melalui setiap rintangan.

Namun, yang tidak kalah penting adalah kemampuan untuk beradaptasi. Itu menjadi rahasia utamanya mampu memperoleh banyak gelar dengan berbagai tim yang berbeda.

“Adaptasi saya sangat cepat karena di setiap tim yang saya bela pemain Indonesia selalu membantu saya. Saya pun termotivasi untuk belajar bersama mereka, mengikuti budaya tiap daerah yang ada,” katanya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.