PT LIB Berencana Ubah Format Liga 1

Baru (LIB), telah memikirkan format yang dipakai untuk Liga 1 musim 2021/2022. Operator kompetisi tersebut berencana menghapus sistem kandang dan tandang.

Kemungkinan mengubah format tersebut untuk kebaikan seluruh pihak yang terlibat di Liga 1. Mengingat sampai sekarang pandemi virus corona masih belum berhenti menyebar.

Hanya saja, bakal lebih dulu membahasnya kepada seluruh klub Liga 1. Bila disetujui, format tersebut akan diterapkan pada kompetisi sepakbola kasta teratas nasional.

“Masih kami coba dan harapkan menghindari risiko yang paling berat atau kita coba yang tidak ada risiko karena kalau kita membuat format seperti kandang-tandang biasa itu kami melihat masih ada risiko,” kata direktur utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita.

“Makanya akan pakai sistem gelembung lagi, tinggal kita lihat nanti di mana. Seperti home tournament tapi nanti akan disebar ke titik-titik tertentu. Kelihatannya [di Jawa], tapi untuk itu tergantung masukan dari semua pihak nantinya,” Akhmad menambahkan.

Format gelembung sudah digunakan ketika Piala 2021, digelar. Turnamen pramusim tersebut berjalan lancar karena tidak ada satu pun yang terpapar virus corona.

Selain itu, Akhmad menyatakan pihaknya sedang fokus mengurus perizinan. Ia berharap Kepolisian Republik (Polri), menerbitkan izin satu bulan sebelum Liga 1 dimulai.

Rencananya, Liga 1 dilaksanakan pada 3 Juli mendatang. Terungkapnya, waktu bergulirnya tersebut setelah ketua umum PSSI melakukan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, beberapa hari lalu.

“Kami harapkan awal bulan Mei. Karena kan kami sebut yang awal dulu itu Piala Menpora 1 bulan dan minta dipenuhi, tetapi ternyata menurut kami itu tidak cukup juga. Apalagi ini liga, cukup panjang hampir satu tahun sampai bulan Maret. Jadi kami minta dua bulan sebelumnya,” ucapnya.

Akhmad mengatakan Polri memberikan sinyal positif untuk mengeluarkan . Hal ini tak lepas dari kesuksesan Piala Menpora yang berakhir pada 25 April 2021.

“Kami sudah bicara dengan pak Asops [, Imam ] dan pak Asops bilang izinnya ditunggu sekali. Bahkan dia bilang ‘ayo cepet urus izin biar bisa cepat ambil keputusan’,” ujarnya.

Berita Terkait